Dampak virus corona

Dampak Virus Corona bagi Dunia Pendidikan

Jumat, 20 Maret 2020 08:00 WIB | dibaca : 1697 | dibagikan :

Di beberapa instansi pendidikan, anak-anak sekolah telah diliburkan selama 14 hari dari tanggal 16 maret sampai dengan 28 maret 2020. Hal tersebut berkenaan dengan sedang mewabahnya virus corona. Virus yang telah menjangkit beberapa negara lain termasuk Indonesia. Dampak virus corona saat ini telah mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pada bulan Januari, Negara China telah melakukan Lock Down. Di Negara Jepang melakukan Lock Down pada bulan Februari. Karena virus corona telah menyebar di beberapa negara, maka Negara Itali, Mongolia, Norwegia, Spanyol, Irlandia, Denmark pun melakukan Lock Down pada bulan Maret, demi menekan penyebaran virus corona.

Negara Indonesia pun ternyata telah terdampak oleh virus corona. Adapun Update terakhir yang diterima yaitu, ada 156.720 pasien di dunia yang berada di 120 lebih negara, telah terdampak virus corona. Di Indonesia sendiri, terdapat 96 pasien virus corona. Sebanyak 5 pasien meninggal, dan 8 pasien sembuh. Maka dengan kasus ini, pemerintah pun mengumumkan untuk melakukan Social Distancing. Sementara negara lain melakukan Lock Down. Lalu ketika di negara lain melakukan Lock Down, mengapa di Indonesia melakukan Social Distancing. Apa bedanya?

Perbedaan Lock Down dan Social Distancing

Ketika beberapa negara lain melakukan Lock Down, mengapa negara kita malah melakukan Social Distancing? Lalu apa bedanya?

Lock Down sendiri merupakan suatu aturan kedaruratan yang diterapkan untuk mencegah orang-orang meninggalkan suatu area, entah itu area yang steril maupun area isolasi bagi pengidap virus corona. Peraturan ini diterapkan dan diatur oleh orang atau kelompok yang berwenang dan berhak seperti pemerintahan, karena mereka yang tahu kondisi di luar.

Sedangkan Social Distancing merupakan istilah yang digunakan oleh para ahli, yang telah diumumkan oleh pemerintah. Para ahli epidemiologi merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara sadar untuk mengurangi kontak fisik secara berdekatan, dengan orang lain, untuk memperlambat penyebaran virus, antara satu orang ke orang yang lainnya.

Bapak Presiden Jokowi pun menyerahkan Kebijakan mengenai Social Distancing Kepada masing-masing kepala daerah seperti gubernur, bupati, atau walikota tentang berapa lama, waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan sosial distancing terkait dengan adanya kasus wabah Covid-19 atau Corona di daerahnya.

Baca Juga:   Mengapa Perlu Mengajak Siswa Belajar di Alam Terbuka
Dampak virus corona
People photo created by freepik – www.freepik.com

Dampak Virus Corona, Pemerintah Lakukan Social Distancing Kegiatan di Sekolah

Beberapa sekolah telah melakukan Distancing, sesuai dengan anjuran dari Bapak Gubernur dan Walikota. Seperti di propinsi jawa tengah, jawa barat, Ibu Kota jakarta, dan Surabaya, telah mengumumkan untuk diliburkan demi mencegah persebaran virus corona.

Dokter Panji Hadisoemarto, M.P.H, Lulusan Harvard T.H.Chan School of Public Health dan Dosen Departemen Kesehatan Public dari Fakultas kedokteran Universitas Padjajaran berkata bahwa kita tidak harus melakukan lockdown,tetapi yang di perlukan adalah Social Distancing atau menjaga jarak sosial.

Dengan di liburkannya anak sekolah dari Paud sampai dengan SMA/SMK dan beberapa perguruan Tinggi di Indonesia, diharapkan mampu memperlambat penyebaran virus corona. Karena menurut Gubernur DKI Jakarta yaitu Bapak Anies Baswedan, bahwa anak-anak merupakan salah satu penular bagi orang dewasa satu ke orang dewasa lainnya. Seperti ketika mereka berangkat atau pulang sekolah, sudah pasti akan di antar jemput oleh dewasa. Dan untuk mengantisipasinya, maka beberapa petinggi pun melakukan rapat untuk meliburkan sekolah. Beberapa daerah pun juga melakukannya, demi menekan laju penyebaran virus corona.

Dengan di liburkannya sekolah karena Social Distance, bukan berarti anak-anak sekolah dapat seenaknya sendiri berlibur. Mereka harus tetap belajar, guru akan memberikan pantauan belajar dengan cara memberikan tugas pelajaran yang di bantu dan adanya kerjasama serta komunikasi dengan orangtua murid.

Apa gejala Virus Corona dan Cara Pencegahannya?

Gejala Virus Corona menurut  Center For Disease Control and Prevention(CDC) :

  • Mengalami Demam dengan suhu badan 38 derajat atau lebih.
  • Batuk serta flu.
  • Napas terasa sesak dan memendek.
  • Dan kondisi tersebut dapat muncul dalam dua sampapi 14 hari setelah terinfeksi.

Bagaimana mengajarkan anak kecil untuk menjaga kesehatan mereka : 

  • Cucilah tangan dengan air dan sabun selama 20 detik.
  • Makan makanan bergizi agar badan selalu sehat.
  • Pakai masker saat batuk atau bersin.
  • Istirahat jika kamu memang sakit.
  • Selalu jaga kesehatan dan hindari area publik serta kontak langsung dengan banyak orang.

 

Sumber referensi :


Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.