Deteksi dini tumbuh kembang anak

Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Kita

Jumat, 3 April 2020 09:00 WIB | dibaca : 88 | dibagikan :

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh sesuai dengan proses tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang anak berfokus pada perkembangan fisik, meliputi pertambahan berat badan, tinggi badan, perkembangan otak, serta ketrampilan psikomotorik. Deteksi dini tumbuh kembang anak bisa menjadi solusi bagus agar perkembangan anak dapat terpantau.

Perkembangan motorik kasar ditandai dengan aktifnya anak bergerak, melompat, dan berlarian, terutama di usia 4-5 tahun. Semakin bertambah usia anak,maka semakin kuat pula tubuhnya. Bila perkembangan fisik berjalan dengan baik, maka ia pun semakin piawai menyelaraskan gerakan tubuh dengan minat atau pun kebutuhannya.

Sementara itu, motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan ketrampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Contoh ketrampilan motorik halus yaitu memegang krayon, menyusun puzzle, menyusun balok, dan lain-lain. Tumbuh kembang anak, dapat terlihat pada umur 4 bulan.

Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (BALITA)

1. Umur 4 Bulan

  • Motorik Kasar : Ketika tengkurap, bayi mampu menumpu dengan kedua lengan dan berusaha mengangkat kepala.
  • Motorik Halus : Mampu bermain-main dengan tangannya.
  • Kognitif : Anak mampu mengamati mainan.
  • Bahasa : Mampu mendengar suara kertas di remas dan bermain bibir sambil mengeluarkan air liur.
  • Sosial emosional : Mampu tersenyum kepada ibu.

2. Umur 8 Bulan

  • Motorik Kasar : Mampu duduk sendiri kemudian mengambil posisi ongkong-ongkong dan bertahan sebentar.
  • Motorik Halus : Mampu menggenggam balok mainan dengan seluruh permukaan tangan.
  • Kognitif : Mampu memperhatikan dan mencari mainan yang jatuh.
  • Bahasa : Mampu mengeluarkan suara ma.. ma.. ma..
  • Sosialisasi : Mampu bermain cilukba.

3. Umur 12 Bulan

  • Motorik Kasar : Mampu berdiri sendiri dan berjalan sambil dipegangi.
  • Motorik halus : Mampu mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk.
  • Kognitif : Dapat menunjukkan roda mobil-mobilan (anak laki-laki) dan boneka (perempuan).
  • Bahasa : Mampu mengucapkan satu kata atau lebih dan tahu artinya.
  • Sosialisasi : Mampu memberikan mainan pada ibu atau bapak.
Deteksi dini tumbuh kembang anak
People photo created by prostooleh – www.freepik.com

4. Umur 18 Bulan

  • Motorik Kasar : Mampu berlari tanpa jatuh.
  • Motorik Halus : Mampu menyusun tiga balok mainan.
  • Kognitif : Mampu menutup gelas.
  • Bahasa : Mampu mengucapkan sepuluh kata atau lebih dan tahu artinya.
  • Sosialisasi : Mampu menyebutkan namanya jika ditanya.
Baca Juga:   Ketrampilan Menuju Kesiapan Sekolah

5. Umur 24 Bulan

  • Motorik kasar : Mampu melompat dengan dua kaki sekaligus.
  • Motorik Halus : Mampu membuka botol dengan memutar tutupnya.
  • Kognitif : Mampu menyebutkan enam bagian tubuh.
  • Bahasa : Mampu menjawab dengan kalimat dua kata.
  • Sosialisasi : Mampu meniru kegiatan orang dewasa.

6. Umur 36 Bulan

  • Motorik Kasar : Mampu turun tangga dengan kaki bergantian tanpa berpegangan.
  • Motorik Halus : Mampu meniru garis tegak,garis datar, dan 1 lingkaran.
  • Kognitif : Mampu menyebutkan nama tiga warna.
  • Bahasa : Mampu bertanya dengan memakai kata apa, siapa, dimana.
  • Sosialisasi : Mampu bermain bersama dengan teman.

7. Umur 48 Bulan

  • Motorik Kasar : Mampu melompat dengan satu kaki ditempat.
  • Motorik halus : Mampu memegang pensil dengan ujung jari.
  • Kognitif : Mampu menghitung tiga balok mainan dengan cara menunjuk.
  • Bahasa : Mampu menggunakan kalimat lengkap (lebih dari 2 kata).
  • Sosialisasi : mampu bermain bersama teman dengan satu permainan.

8. Umur 60 Bulan

  • Motorik Kasar : Mampu melompat dengan satu kaki kearah depan.
  • Motorik halus : Mampu meniru tanda + (tambah) Kotak.
  • Kognitif : Mampu menggambar orang.
  • Bahasa : Mampu bercerita dan bermakna.
  • Sosialisasi : Mampu bermain bersama teman dengan mengikuti urutan permainan.

Pemenuhan Gizi

Menurut Dr. Soedjatmiko. Agar proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan optimal, seorang anak harus mendapatkan pemenuhan gizi balita dari 3 kebutuhan pokoknya, yaitu :

    • Pertama adalah kebutuhan fisik-biologis, berupa kebutuhan akan nutrisi (ASI, Makanan Pengganti ASI/MP-ASI), imunisasi, serta kebersihan fisik dan lingkungan.
    • Kedua adalah kebutuhan emosi berupa kasih sayang, rasa aman dan nyaman, dihargai, diperhatikan, serta didengar keinginan dan pendapatnya. Kebutuhan ini memiliki peran yang sangat besar pada kemandirian dan Kecerdasan emosi anak. “Oleh sebab itu perbanyak memberi limpahan kasih sayang dan kegembiraan bagi anak,” Jelas Dr. Soedjatmiko.
    • Ketiga yang tak kalah penting adalah kebutuhan akan stimulasi yang mencakup aktivitas bermain untuk merangsang semua indra, mengasah motorik halus dan kasar, melatih ketrampilan berkomunikasi, kemandirian, berpikir dan berkreasi. Stimulasi ini harus diberikan sejak dini karena memiliki pengaruh yang besar pada ragam kecerdasan atau Multiple Intelligences.

Sumber referensi :

Marbel Bagian Tubuh - Belajar
Marbel Bagian Tubuh - Belajar

Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.