Gejala DBD pada anak

Gejala DBD Pada Anak Dan Cara Pencegahannya

Minggu, 15 Maret 2020 12:00 WIB | dibaca : 33 | dibagikan :

Musim hujan yang masih melanda berbagai wilayah di Indonesia, kerap kali menimbulkan berbagai macam penyakit. Terutama pada anak, dari mulai penyakit flu hingga yang paling dikhawatirkan yaitu terjangkitnya Demam Berdarah Dangue (DBD). Moms perlu mengenali gejala DBD pada anak dan cara pencegahannya agar si kecil tetap sehat di tengah musim hujan.

Seperti yang telah dikutip oleh CNN Indonesia. Bahwa kementerian Kesehatan telah mencatat adanya 100 korban jiwa akibat Demam Berdarah Dangue (DBD) di wilayah indonesia sejak januari hingga awal maret 2020. Dan jumlah tersebut terus saja meningkat dari laporan per 5 maret lalu yang mana adanya 14.716 kaus dengan 94 korban jiwa meninggal. Kematian paling banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Jawa Timur sehingga menjadi zona merah.

Nah, dengan kabar berita yang telah disampaikan sebelumnya, pasti membuat moms merasa khawatir. Terutama pada kesehatan anak dimana curah hajan masih saja melanda berbagai wilayah. Belum lagi bahwa di indonesia merupakan negara yang dengan kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) tertinggi di Asia Tenggara. Untuk para moms yang khawatir tentang wabah ini jikalau akan menyerang anak atau anggota keluarga, berikut adalah ciri gejala yang akan muncul jika anak terjangkit Demam Berdarah Dangue (DBD).

Gejala Pada Penderita Demam Berdarah Dangue (DBD) Pada Anak

  • Anak mengeluh sakit dibagian perut bahkan hingga nyeri
  • Suhu tubuh berubah drastis dari kondisi demam sampai menjadi hipotermia
  • Demam tinggi ( hingga mencapai  40º Celsius )
  • Sakit kepala
  • Muntah anak berupa darah atau fase yang keluar saat BAB mengandung darah
  • Anak terus mengalami mimisan
  • Jumlah trombosit pada anak menurun
  • Gusi anak berdarah tanpa sebab
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Fase Demam Berdarah Dangue (DBD) Pada Anak

Jika gejala-gejala tersebut muncul pada anak, sebaiknya moms segara bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Namun, perlu diketahui juga kemunculan gejala ini pada anak akan melalui 3 fase. Fase ini menggambarkan kondisi naik dan turunnya demam yang menandakan proses perlawanan tubuh dalam menghadapi Demam Berdarah Dangue (DBD).

 1. Fase Demam

Fase demam adalah fase pertama umum adanya terjadi pada anak maupun orang dewasa. Pada anak akan mengalami demam secara tiba-tiba hingga 40º Celsius selama 2 – 7 hari. Demam disertai bintik atau ruam merah di beberapa bagian tubuh dan juga adanya nyeri otot. Beberapa anak kemungkinan ada yang sampai mengalami kejang hingga rentan mengalami dehidrasi.

Baca Juga:   KAMUS MARBEL, Kamus Wajib Bagi Guru dan Orang Tua (GRATIS LHO…)
Gejala DBD pada anak
Love photo created by peoplecreations – www.freepik.com

 2. Fase Krisis

Setelah melewati fase demam dalam masa waktu 2 – 7 hari, pada beberapa kasus Demam Berdarah Dangue (DBD). Dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah dan bocornya plasma darah. Bahkan trombosit pada darah dapat menurun hingga menyebabkan sindrom syok dangue yang dapat menyebabkan kerusakan organ dan pendarahan hebat pada tubuh.

 3. Fase Penyembuhan

Setelah melewati fase kritis, umumnya ada beberapa tanda yang menandakan bahwa anak sudah sembuh dan sehat kembali. Dengan ciri-ciri kadar trombosit pada darah sudah mulai kembali normal dan demam juga berangsur-angsur mulai menghilang.

Cara Mencegah Demam Berdarah Dangue (DBD) Yang Mudah Untuk Dilakukan

  • Membersihkan dan menutup tempat penampungan air
  • Hindari untuk menumpuk sampah disekitar rumah
  • Jaga selalu kebersihan rumah dan sekitarnya
  • Hindari bepergian ke tempat yang terkena wabah Demam Berdarah Dangue (DBD) 
  • Gunakan AC di dalam rumah atau gunakan jaring kelambu untuk menutup jendela untuk mencegah masuknya nyamuk
  • Gunakan pakaian yang bisa melindungi kulit
  • Gunakan produk obat nyamuk. Baik berupa semprotan dalam ruangan atau yang dioles pada kulit
  • Gunakan penerangan dirumah, karena nyamuk cenderung menyukai tempat yang gelap
  • Fogging cara yang paling alternatif

 

Sumber referensi :


Marbel Krankenhaus - Mein Arzt
Marbel Krankenhaus - Mein Arzt

Tagged:

Penulis: Fauzia Eka

Hobby menulis dan membaca. Anggota tim relasi publik di Educa Grup. Penyuka drama korea dan berpengalaman dalam QA product.