Hal-hal Sepele Yang Bisa Menurunkan Semangat Belajar Anak PAUD– Bagian 2

Sabtu, 1 April 2017 10:19 WIB | dibaca : 530 | dibagikan :

Melihat anak semangat dalam belajar, tentu menjadi dambaan setiap pendidik. Saat masuk kelas, banyak siswa yang terlihat ceria. Bahkan beberapa diantara mereka menyapa dan memanggil dengan ramah. Saat kita mengajar banyak anak-anak didik yang terlihat aktif bertanya dan menjawab, tentu mampu membangkitkan semangat bagi pendidik dalam mengajar. Ada beberapa hal yang terlihat sepele, namun bisa memberikan efek yang tidak baik pada siswa. Siswa menjadi kurang bersemangat dalam belajar, bahkan terlihat bosan atau malas. Hal-hal apa sajakah itu? Berikut ini adalah hal-hal sepele yang bisa menurunkan semangat belajar Anak PAUD – Bagian 2 (Merupakan kelanjutan dari artikel berjudul “Hal-hal  Sepele Yang Bisa Menurunkan Semangat Belajar Anak PAUD – Bagian 1

6. Kurang memanfaatkan banyak indra saat siswa belajar

Anak-anak perlu dirangsang semua inderanya agar mereka semakin memiliki kepekaan yang baik. Aturlah kegiatan selama belajar agar siswa aktif menggunakan semua inderanya selama KBM, misalnya dengan bernyanyi, mendengarkan suara, mencium bau, melihat, dan lainnya.

7. Kegiatan yang kurang variatif

Anak-anak didik akan menyukai kegiatan yang variatif. Tidak hanya belajar dengan cara pendidik menjelaskan dan anak didik memperhatikan. Ada banyak variasi kegiatan yang bisa dilakukan di kelas,  misalnya belajar kelompok, melakukan presentasi, berdiskusi, melakukan penelitian dan lainnya

8. Kurang manfaatkan warna

Pendidik yang baik pasti memahami bila anak-anak sangat menyukai warna. Maka ia akan mampu memanfaatkan warna agar anak-anak didik lebih bersemangat, misalnya dengan cara membuat lembar kerja yang full-color, mengajar dengan spidol warna-warni, alat peraga berwarna variatif, dan lainnya.

9. Kurang memanfaatkan teknologi

Pendidik yang baik juga menyadari bahwa anak-anak zaman sekarang sudah tidak asing dalam hal perkembangan teknologi. Maka ia tidak boleh menjadi pribadi yang gaptek. Ia harus mau belajar tentang teknologi dan memanfaatkan teknologi dalam mengajar anak-anak didiknya, misalnya memanfaatkan MS. PowerPoint, menggunakan media “youtube.com” dalam mengajar, dan lainnya. (baca juga: Tips Memanfaatkan Teknologi Sebagai Sarana Mengajar)

10. Suasana kelas yang monoton

Baca Juga:   Model Pengembangan Kurikulum PAUD, Apa saja?

Untuk menghindari suasana kelas yang monoton, pendidik perlu sesekali mengajak anak didik untuk mengajar anak di luar kelas, mengubah posisi tempat duduk, dan variasi kegiatan dalam pembelajaran.

11. Kurang memahami “belajar dengan melakukan”.

Anak-anak biasanya akan lebih semangat dan mudah memahami pelajaran bila ia diminta langsung mempraktekkan. Seorang pendidik yang baik harus bisa membawa anak-anak didiknya untuk melakukan apa yang ia ajarkan. Misalnya saat belajar tentang profesi, anak-anak didik diajak bermain peran sebagai orang-orang dengan profesi tertentu.

Bila kita memahami poin-poin di atas, tentu anak-anak didik kita akan jauh dari kebosanan dalam belajar. Mereka pasti akan semangat dalam belajar, karena apa yang mereka lakukan benar-benar bisa membuat mereka berkembang dan tidak menjadi beban (menyenangkan). Semoga kita bisa belajar menjadi pendidik yang tidak hanya mampu mentransfer ilmu, namun juga memberikan motivasi yang positif kepada anak-anak didik. (Baca juga: Tips Mengajar Dengan Metode “Berpusat Pada Siswa)

Selain belajar secara formal, anak-anak juga bisa bermain dengan media dongeng dan lagu anak. Berikut adalah contoh-contohnya (bisa diunduh GRATIS dengan meng-klik judulnya):
– Lagu Anak Tematik TK dan PAUD – LENGKAP
banner-kolak-lagu-anak-tematik-tk-dan-paud
– Cerita Anak, Mila Si Pelupabanner-riri-mila-si-pelupa– Cerita Anak, Monyet dan Ayambanner-riri-monyet-dan-ayam– Cerita Anak, Persahabatan Angsabanner-riri-persahabatan-angsaSumber gambar: lobo.nl

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...