Karakter Anak Usia Dini Dalam Belajar Yang Wajib Diketahui Pendidik

Sabtu, 24 Desember 2016 15:43 WIB | dibaca : 2756 | dibagikan :

Sebagai pendidik anak usia dini yang masih pemula, banyak pertanyaan akan muncul seputar pribadi anak, materi pelajaran anak, cara mengajar anak-anak, dan lainnya. Melalui artikel ini, Kak Zepe akan membahas tentang pribadi anak, sehingga Anda akan memahami apa yang mereka butuhkan dan bagaimana kita memperlakukan mereka.

  1. Anak-anak itu unik, tiada yang sama

Meskipun memiliki karakter dasar yang sama, misalnya polos, lucu, bertubuh mungil, gemar bermain, namun sesungguhnya mereka adalah pribadi yang unik. Mereka punya ketertarikan yang lebih pada sesuatu yang berbeda. Ada anak yang lebih suka mendengarkan musik, daripada menggambar. Ada anak yang lebih suka menggambar daripada bermain di lapangan, dan masih banyak karakter unik lainnya. Agar pendidik mengenal anak-anak didiknya lebih dalam, diperlukan pendekatan secara intens maupun melalui pendekatan ilmu psikologi. Lingkungan dan sifat bawaan dari orang tua sangat menentukan pertumbuhan karakter dan kecerdasan anak.

  1. Anak-anak itu selalu ingin tahu

Layaknya seekor anak ayam yang gemar bermain. Ia akan berjalan kesana kemari bersama saudara-saudaranya tanpa lelah. Sang induk setia menjaga dan memberikan kebebasan untuk berjalan kemana pun mereka suka selama masih ada dalam pengawasan sang induk. Anak usia dini selalu memiliki hasrat untuk lebih mengenal dunia di mana mereka tinggal. Oleh karenanya mereka terlihat mudah tertarik akan banyak hal, terutama segala sesuatu yang baru. Anak-anak usia dini juga akan mengungkapkan rasa ingin tahu mereka dengan banyak bertanya.

Curiousity” atau rasa ingin tahu seorang anak adalah salah satu motivasi anak menjadi gemar bereksplorasi. Berikut ini adalah aneka aktivitas yang bisa membuat anak semakin gemar bereksplorasi.

  1. Anak-anak gemar berkhayal

Anak-anak sangat gemar berkhayal. Hal ini sering dilakukan oleh anak-anak agar kreatfitas anak makin berkembang. Anak-anak yang sangat imajinatif biasanya adalah anak yang cerdas, karena mereka ingin selalu ingin menemukan dan bahkan menciptakan sesuatu yang baru. Hal ini tidak perlu dirisaukan. Maka jangan pernah melarang anak berkhayal atau berimajinasi karena itu adalah hal yang wajar.

  1. Anak-anak masih berorientasi pada diri sendiri
Baca Juga:   Peran Guru Dalam Mengajarkan Sifat Empati Kepada Siswa – Bagian 1

Namanya juga anak-anak, mengurus diri sendiri saja masih sulit, boro-boro memikirkan orang lain. Sebagai orang tua dan pendidik, kita tidak boleh terlalu memaksakan keinginan kita, karena itu akan menghambat sifat alamiah mereka. Anak-anak yang terlalu banyak diatur dan dididik secara otoriter, biasanya akan tumbuh menjadi anak yang tertutup, mudah minder, mudah cemas, dan sulit untuk bersosialisasi.

  1. Anak-anak itu lemah dalam hal berkonsentrasi dalam jangka waktu lama.

Karena anak-anak memiliki daya konsentrasi yang pendidik, maka pendidik perlu memiliki strategi khusus dalam mengajar. Jangan biarkan anak-anak hanya duduk diam saat Anda mengajar. Kita perlu mengajak anak-anak untuk lebih aktif agar anak-anak tidak mudah bosan mendengarkan pengajaran guru. Pendidik juga perlu menggunakan cara kreatif agar anak-anak betah memperhatikan pengajaran yang diberikan

Anak-anak memang memiliki kelemahan dalam hal kemampuan berkonsentrasi. Kemampuan berkonsentrasi bisa dijaga bila guru melakukan hal-hal ini.

  1. Anak-anak adalah suatu masa “emas”

Para ahli psikologi menyebut masa kanak-kanak adalah masa keemasan atau “golden age”. Anak-anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dalam berbagai aspek, baik secara fisik, mental, maupun kecerdasan. Oleh karenanya peran orang tua dan guru sangatlah penting, karena masa ini sangat menentukan masa depan anak kelak sehingga perlu dimanfaatkan sedemikian rupa agar tidak lewat begitu saja.

Dengan mengenal pribadi anak di atas, semoga pendidik akan semakin paham tentang bagaimana cara mendidik dan mengajar mereka, sehingga potensi mereka bisa berkembang secara lebih optimal. Variasi kegiatan yang menyenangkan akan sangat membantu perkembangan mereka dalam berbagai aspek. Pendidik perlu lebih kreatif dalam mempersiapkan materi pelajaran yang akan disampaikan.

Agar anak-anak tetap bersemangat dalam belajar, tentu saja dibutuhkan suatu media pembelajaran yang menarik. Salah satunya adalah dengan media game. Educa Studio telah merilis banyak aplikasi game yang menarik dan memiliki nilai Edukatif. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:
– Marbel Pemadam Kebakaranbanner-marbel-firetruck-v2
– Marbel Belajar Profesibanner-marbel-profesi-v3
sumber gambar: y-karnita.blogspot.com

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...