Menasihati atau Menegur Anak Perlu Berhati-hati, Ini Caranya!

Minggu, 18 Desember 2016 07:04 WIB | dibaca : 3742 | dibagikan :

Entah karena aktivitasnya yang terkadang membahayakan dirinya sendiri, entah karena mengabaikan nasihat yang pernah diberikan orang tua, entah karena keaktifannya yang mengganggu aktivitas orang tua, anak-anak terkadang membuat orang tua kehilangan kesabaran. Teguran atau nasihat sangat diperlukan anak-anak supaya mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga perilaku dan perkataan mereka bisa lebih baik. Namun bila teguran atau nasihat tersebut kurang “pas”, maka hal ini bisa menjadi bumerang bagi orang tua. Karena bagaimana pun pribadi anak-anak adalah pribadi yang masih sangat peka dan mudah tertekan bila menerima suatu teguran atau nasihat yang terlalu keras.

  1. Menggunakan kata-kata positif

Kata-kata positif adalah kata-kata yang bersifat membangun. Kata-kata positif menghindari kata “tidak boleh” atau “jangan”. Kata-kata positif lebih merujuk pada saran atau penjelasan mengenai suatu alasan mengapa suatu perbuatan tidak boleh dilakukan. Misalnya ada anak yang nonton TV hingga larut malam. Orang tua bisa menasihati anak tersebut dengan mengatakan, “Nak… Hari sudah larut malam. Bila kamu tidur terlalu larut malam, besok kami bisa bangun terlambat.”

Selain kata-kata positif, anak-anak juga perlu memiliki ketrampilan bertutur kata. Ketrampilan bertutur kata anak meliputi banyak aspek lho…

  1. Hindari kata-kata sifat yang negatif

Ada banyak kata-kata sifat yang memiliki nilai negatif dan sering diucapkan orang tua kepada anaknya. Kata-kata negatif ini misalnya adalah kata bodoh, payah, nakal, bandel, dan lainnya. Kata-kata seperti ini seharusnya tidak boleh terucap oleh orang tua kepada buah hatinya. Kata-kata ini bisa diubah menjadi kata-kata yang bersifat motiivatif. Misalnya kata bodoh atau malas, bisa diganti dengan kalimat motivatif, “Kamu harus lebih rajin belajar supaya mendapatkan nilai yang lebih baik!”

  1. Saat berada dalam bahaya

Ada kalanya anak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Orang tua terkadang menjadi panik, sehingga mengeluarkan kata-kata yang bersifat kasar atau malah membuat anak terkejut dan ikutan panik. Hal-hal seperti ini perlu dihindari, walaupun terkadang karena penyakit “latah” orang tua sering melakukannya. Hal-hal yang bersifat mengejutkan anak sebaiknya dihindari, karena hal ini bisa memberikan efek trauma bagi anak. Menunjukkan ketegasan tidak harus dalam keadaan panik atau marah. Tidak mudah memang, karena terkadang karena sifat bawaan orang tua sering lupa dan melakukan kesalahan. Namun bila sekarang anda memahami dampak negatifnya, semoga anda bisa segera mengubah sikap anda. Yang perlu dilakukan orang tua saat buah hatinya melakukan hal yang membahayakan adalah dengan mengatakan, “Awas”, “Stop”, atau “Hati-hati”. Sebaiknya anda menggunakan salah satu kata saja, sehingga anak menjadi terbiasa bahwa kalau anda menggunakan kata, misalnya “Awas”, berarti aktivitas yang sedang dilakukan sangatlah berbahaya dan harus dihentikan.

  1. Bersikap bijak dalam memberikan konsekuensi

Bila anak melakukan hal-hal yang positif, maka anak akan mendapatkan penghargaan, berupa pujian atau diberikan hadiah tertentu. Namun tentu saja ada juga yang namanya konsekuensi negatif. Konsekuensi ini diberikan kepada anak yang melanggar kesepakatan atau aturan yang telah dibuat oleh orang tua dan anak. Konsekuensi negatif yang disarankan adalah dengan mengurangi hal-hal atau aktivitas yang disukai anak-anak. Misalnya ada anak yang gemar bermain selama 2 jam per hari. Maka bila ia berbuat kesalahan, maka ia hanya boleh bermain game 1 jam per hari.

Baca Juga:   Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri Di Rumah

Akan lebih baik lagi bila Anda membuatkan anak suatu aturan. Aturan ini perlu dibuat dengan cara membuat kesepakatan bersama anak. Ada beberapa faktor yang harus kita cermati dalam membuat dan menerapkan aturan.

  1. Menenangkan diri

Agar hati tetap tenang saat menasihati anak, sebaiknya anda berusaha berinstrospeksi diri terlebih dahulu. Bila perlu anda sudah menulis poin-poin yang akan diberikan kepada anak dan sampaikanlah dengan kalimat yang baik atau positif. Bila perlu berdoalah terlebih dahulu agar kata-kata negatif tidak keluar dari mulut anda. Bagaimana pun emosi yang labil bisa membuat anda mengeluarkan kata-kata negatif, dan nada bicara anda pun menjadi keras atau tinggi. Hal ini akan sangat menyakiti hati anak.

Ketenangan hati dalam menasihati anak usia dini memang sangat penting. Hal ini perlu dilakukan mengingat anak-anak adalah pribadi yang masih sangat rapuh. Ada cara khusus agar kita bisa menasihati dengan hati yang tenang. 

  1. Tidak mengancam

Hindari kalimat yang bersifat mengancam, misalnya “Kalau makanannya tidak habis nanti kamu nanti tidak bisa menjadi anak yang pintar.” Kata-kata atau kalimat yang bersifat mengancam akan menyebabkan kejiwaan anak menjadi terancam. Bila terus menerus dilakukan maka akan sangat mengganggu kejiwaan anak. Anak bisa menjadi pribadi yang minder, penakut, dan tidak terbiasa mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat dilihat banyak orang.Hal ini dikarenakan pemikiran anak yang menganggap bahwa dirinya adalah anak yang tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar.

Bagaimana pun pendekatan emosional dari orang tua kepada anak adalah yang utama. Kualitas kebersamaan antara orang tua dan anak harus selalu ditingkatkan setiap hari. Sehingga dengan adanya kualitas kebersamaan yang baik, maka segala permasalahan bisa cepat terselesaikan dan tidak perlu khawatir. Dengan kedekatan ini pula, orang tua semakin paham kata-kata apa saja, kalimat yang bagaimana, dan poin-poin apa saja yang perlu disampaikan, agar anak tidak tertekan apalagi merasa depresi dengan nasihat-nasihat yang diberikan orang tua.

Educa Studio telah menciptakan dua buah game yang bisa dimainkan secara bergantian. Permainan ini memungkinkan anak dan orang tua bisa bermain bersama. Dengan permainan ini, orang tua bisa menyesuaikan diri dengan kesukaan anak, yaitu bermain game. Berikut ini adalah beberapa judul game yang dipercaya bisa mendekatkan hubungan orang tua dan anak.
– GAME KELUARGA: ULAR TANGGA
banner-ular-tangga– GAME KELUARGA: BERMAIN LUDObanner-ludo-deluxe– GAME KELUARGA : ANIMAL DRESS UPbanner-animals-dress-up

Dengan permainan di atas, semoga Anda semakin memiliki kedekatan yang baik dengan sang buah hati, sehingga mereka akan lebih mau mendengarkan apa yang Anda katakan.

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...

  • Kak Zepelaguanak II

    ayo ada yang mau menambahkan ?