Kiat Membentuk Karakter Anak Agar Mau Mengakui Kesalahan

Jumat, 23 Desember 2016 15:45 WIB | dibaca : 1268 | dibagikan :

Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Semua manusia bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik bila ia menyadari dan mau mengakui kelemahan atau kesalahan yang telah dia lakukan, dan memiliki niat hati yang tulus untuk merubah pribadinya.

Sikap menghindari kesalahan atau malah menyalahkan orang lain pada diri sendiri yang berbuat salah adalah tindakan yang tidak baik. Karena selain bisa membuat permasalahan yang baru, ia juga tidak akan memiliki niat untuk merubah dirinya untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Melalui artikel ini, saya, Kak Zepe, mengajak Anda, orang tua, untuk bisa mengajarkan kepada buah hati Anda agar mau mengakui kesalahannya saat ia berbuat kesalahan. Bagaimana caranya?

  1. Berikan kesadaran bahwa tiada manusia yang sempurna

Ajaklah anak untuk menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Sehingga saat anak berbuat kesalahan, ia tidak akan terlalu larut dalam rasa bersalah. Bagaimana pun perasaan bersalah setelah manusia berbuat salah adalah hal yang penting. Namun ajarkan padanya bahwa yang terpenting baginya bukanlah hanya mengakui kesalahannya. Namun lebih dari itu, ia harus memiliki niat hati untuk memperbaiki diri dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Jelaskan hal ini dalam suasana yang tenang, dan tanpa ada perasaan marah di hati Anda. Karena perasaan marah yang berkecamuk di dalam hati akan mempengaruhi raut muka, nada bicara, dan

  1. Pentingnya Kejujuran dan Keterbukaan

Orang tua tidak harus tampil sebagai orang yang harus disegani. Orang tua juga perlu tampil sebagai sahabat anak. Agar bisa menjadi sahabat bagi anak, orang tua perlu meluangkan waktu lebih banyak kepada anak. Hal ini akan mempermudah Anda bila ingin anak bersikap lebih terbuka kepada Anda.

Bila Anda dalam situasi anak baru saja berbuat kesalahan, tetaplah tenang dan berusaha untuk bersikap sabar. Yakinkan kepada anak bahwa Anda tidak akan marah apalagi bersikap kasar padanya. Berikan kesempatan kepada anak untuk berbicara, dan posisikan Anda sebagai pendengar yang baik dan bersikap sabar. Hal ini akan mendorongnya untuk mau berkata jujur tentang kesalahan yang baru saja dilakukan. Sehingga saat Anda memberikan nasihat pun, ia akan lebih mampu untuk mendengarkannya dengan baik, karena Anda telah mengajarkannya.

  1. Berpikir Positif

Anak-anak adalah pribadi yang masih perlu banyak belajar. Maka Anda pun harus bisa selalu berpikir positif di saat buah hati Anda berbuat kesalahan. Minimal, Anda bisa berpikir bahwa mereka masih anak-anak dan berbuat salah adalah hal biasa, karena dengan berbuat salah mereka akan mengetahui letak kesalahannya, sehingga untuk ke depannya mereka bisa memperbaiki diri serta tidak membuat kesalahan yang sama.

Baca Juga:   Menanamkan Jiwa Penguasaha (Entrepreneur) Kepada Anak

Selain berpikir positif, karakter-karakter positif juga perlu ditumbuhkan di dalam diri seorang anak. Karakter-karakter positif ini bisa ditumbuhkan dengan berbagai cara.

  1. Mengajarkan hukum tabur tuai

Hukum tabur tuai adalah hukum alam di mana bila setiap manusia yang banyak bebuat kebaikan maka ia akan mendapatkan lebih banyak kebaikan di dalam hidupnya. Sebaliknya, bila ia banyak berbuat sesuatu yang jahat, maka dalam hidupnya akan mengalami banyak hal-hal yang tidak baik. Maka sarankan pada anak untuk lebih banyak berbuat baik dan mengurangi berbuat yang tidak baik atau berbuat kesalahan, agar ia bisa menikmati buah dari kebaikan-kebaikan yang ia lakukan. Misalnya, anak yang malas belajar akan mendapat nilai yang tidak baik. Karena pemahamannya pada pelajaran akan lebih sedikit.

  1. Berdiskusi untuk membuat kesepakatan

Aturan-aturan sangatlah penting dan perlu ada, selama aturan tersebut dibuat dari sebuah kesepakatan. Setelah anak mengakui kesalahannya, tentu saja Anda juga tidak ingin buah hati Anda melakukan kesalahan yang sama. Agar hal ini tidak terjadi, maka Anda perlu membuat kesepakatan bersama sang buah hati untuk membuat sebuah aturan. Dan bila aturan ini dilanggar, maka akan ada konsekuensi yang harus diterima bagi pelanggarnya. Konsekuensi yang diterima oleh sang buah hati bila melanggarnya tidak perlu hal-hal yang berat. Misalnya meminta anak untuk menyapu halaman, merapikan ruang tamu, dan lainnya. Jangan lupa, Anda pun tidak boleh melanggar aturan itu. Bila melanggarnya, Anda pun akan mendapatkan konsekuensi yang sama.

Anak-anak memang perlu asrupan pendidikan karakter sejak dini. Hal ini sangat penting agar mereka bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berkarakter. Silakan download aplikasi dongeng  dan lagu anak ini dengan meng-klik judul-judulnya di bawah ini:

– Lagu Anak Tematik TK dan PAUD – LENGKAP
banner-kolak-lagu-anak-tematik-tk-dan-paud
– Cerita Anak, Mila Si Pelupabanner-riri-mila-si-pelupa– Cerita Anak, Monyet dan Ayambanner-riri-monyet-dan-ayam– Cerita Anak, Persahabatan Angsabanner-riri-persahabatan-angsasumber gambar: .parenting.mdpcdn.com

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...