Ciri-ciri psikopat pada anak

Kenali Ciri-Ciri Psikopat Pada Anak Sejak Usia Dini

Minggu, 5 April 2020 09:00 WIB | dibaca : 53 | dibagikan :

Seperti yang sudah menghebohkan banyak kalangan pada beberapa hari terakhir ini, melalui siaran berita di berbagai media berita. Bahwa anak berusia 15 tahun yang menyerahkan dirinya ke kantor polisi setempat. Dan mengaku dirinya telah membunuh balita usia 5 tahun yang merupakan tetangga dan juga teman bermain sang adik. Sampai saat ini pun kasus ini masih dalam penyelidikan lanjut oleh pihak yang berwajib dan melibatkan sejumlah psikolog dan psikiater anak. Banyak orang yang menyebut peristiwa ini bahwa remaja tersebut adalah mengalami gangguan psikopat. Untuk itu orang tua haruslah mengenali ciri-ciri psikopat pada anak sejak usia dini.

Psikopat dapat diartikan sebagai orang yang memiliki gangguan kepribadian yang ditunjukkan dengan perilaku yang kasar, tidak sensitif, manipulatif dan anti sosial. Gangguan ini tidak akan muncul begitu saja, melainkan terbentuk melalui proses panjang yang dimulai sejak usia dini.

Sebagai orang tua sangat penting untuk memantau sikap yang dialami oleh anaknya sendiri. Meski cukup sulit untuk mengetahui adanya gejala psikopat pada anak. Karena bisa saja gejala tersebut akan muncul saat anak mulai beranjak dewasa. Untuk mencegah hal tersebut, berikut adalah ciri – ciri adanya gangguan yang pada anak.

Ciri-Ciri Psikopat Pada Anak

 1. Ciri-ciri Psikopat pada Anak yaitu Berperilaku Kasar

Perilaku kasar pada anak patut untuk dicurigai dari awal oleh para orang tua. Sebab normalnya anak pada usia dini berada dalam fase senang bermain dan bergembira. Jika anak mengalami hal ini sebaiknya orang tua berkonsultasi kepada dokter maupun psikiater anak. Agar mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.

 2. Kerap Menyakiti Hewan

Tidak pada teman atau orang lain yang ada di sekitarnya, anak yang mengalami gangguan psikopat cenderung lebih suka menyakiti hewan. Pada kasus ini anak yang menyakiti maupun membunuh hewan adalah bentuk pelampiasan emosi yang tidak terkendali.

 3. Selalu Merasa Benar

Anak yang memiliki gangguan psikopat cenderung selalu merasa benar dalam setiap kesempatan. Terutama saat melakukan kesalahan, terkadang anak tak mau mengakuinya bahkan jika ia melakukan kesalahan dan mengakuinya ia tidak akan menyesal atas kesalahan yang telah dilakukannya. Bahkan, terkadang bisa saja ia menyalahkan orang lain dan beranggapan kesalahan itu disebabkan oleh orang itu.

Baca Juga:   Akses Internet Untuk Pembelajaran di Kelas, Penting!

 4. Terlalu Manipulatif

Sifat manipulatif cenderung terdapat pada anak yang memiliki gangguan psikopat. Anak akan cenderung melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Termasuk saat ia hendak menyakiti korbannya.

Ciri-ciri psikopat pada anak
Children photo created by drobotdean – www.freepik.com

 5. Sering Berbohong Dan Tak Pernah Tulus

Jika normalnya anak pada usia dini yang ketahuan berbohong, ia akan meminta maaf dengan tulus dan menyesali atas perbuatannya. Tetapi untuk anak yang memiliki gangguan psikopat ia akan memilih untuk berbohong tanpa menyesali kesalahan maupun kekerasan yang dilakukannya.

 6. Gemar Membully Dan Mengintimidasi

Anak dengan gangguan psikopat lebih suka untuk mengintimidasi dan mempermalukan orang lain. Karena ia akan senang dan cenderung menikmatinya tanpa ada motif khusus yang dituju.

 7. Kerap Melanggar Aturan

Anak dengan gangguan sebenarnya mengerti akan adanya aturan, akan tetapi ia lebih suka untuk melanggarnya. Dengan begitu ia akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan tersendiri dengan apa yang dilakukannya saat melanggar aturan tersebut.

 8. Tidak Peka Dengan Sekelilingnya

Anak dengan gangguan psikopat cenderung tak memiliki ketakutan pada apapun yang ada di sekitarnya dan juga tak memiliki rasa stress pada tingkat yang sama layaknya teman sebayanya.

Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua jika mendapati ciri-ciri psikopat pada anak?

Jika orang tua menemukan ciri umum pada gangguan psikopat pada anak. Tentu saja peran orang tua disini sangat diperlukan, orang tua dianjurkan untuk segera menemui psikolog maupun psikiater anak untuk berdiskusi tentang gejala yang dialami anak agar mendapatkan penanganan lebih lanjut dan tepat.

Maka dari itu sebaiknya orang tua menanamkan nilai moral kepada anak sejak usia dini, agar anak terhindar dari ciri umum pada gangguan – gangguan yang menyimpang. Dan juga pastikan untuk selalu menjaga kedekatan dengan anak agar orang tua juga lebih mengenal sifat dan sikap pada anak.


Sumber referensi :

Marbel Kata Ajaib
Marbel Kata Ajaib
Developer: Educa Studio
Price: To be announced

Tagged:

Penulis: Fauzia Eka

Hobby menulis dan membaca. Anggota tim relasi publik di Educa Grup. Penyuka drama korea dan berpengalaman dalam QA product.