Khasiat daun kelor

Khasiat Daun Kelor Cegah Wabah Virus Corona?

Selasa, 24 Maret 2020 12:00 WIB | dibaca : 512 | dibagikan :

Saat ini, wabah corona tengah menjadi perhatian khusus bagi beberapa praktisi kesehatan. Mereka berlomba-lomba menguji beberapa tanaman yang dapat dijadikan obat Virus Corona. Karena virus corona tak memandang targetnya, bisa orang muda,tua, bahkan bayi sekalipun dapat tertular wabah tersebut. Salah satu tanaman yang diuji coba adalah daun kelor. Tanaman ini di teliti, khasiat daun kelor apakah mampu mencegah virus corona?

Sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh ditengah wabah virus corona yang kian merebak. Banyak hal pasti dilakukan orang-orang untuk menjaga imunitas tubuh, dengan selalu mencuci tangan, menjaga pola hidup den mengkonsumsi makan makanan yang bergizi.

Banyak manusia yang telah menjadi korban virus tersebut. Sebagian besar negara pun sudah menjadi korbannya, termasuk Indonesia. Para ahli kesehatan pun tengah menguji berbagai obat yang dapat dijadikan penyembuh dan pencegah virus corona. Dan beberapa waktu yang lalu, WHO atau Organisasi Kesehatan negara, telah menyatakan bahwa penyakit COVID-19 atau Virus Corona merupakan Pandemi. Mari simak perbedaannya.

Khasiat daun kelor
Photo by Pinterest.com

Apa beda Endemi, Wabah, Epidemi, dan Pandemi?

  • Endemi: Merupakan suatau penyakit tingkat daerah. Penyakit yang menjangkiti pun bisa menyerang orang dalam jumlah besar dalam suatu wilayah atau kota. Seperti contoh penyakit malaria dan meningitis.
  • Wabah : Merupakan penyakit tingkat daerah sampai negara. Penyakit ini menular dan menjangkiti dengan cepat, dapat menyerang manusia dalam jangkauan daerah yang lebih luas. Contoh wabah yaitu disentri, cacar, dan kolera.
  • Epidemi: Merupakan suatu penyakit tingkat antar negara. Penyebaran penyakit tersebut, dapat menyerang dengan sangat cepat, dengan jumlah yang besar. Contoh penyakit epidemi yang kini sudah menyerang di Wuhan, China yaitu orang-orang telah terdeteksi mengidap SARS-CoV-2, yang berkembang menjadi COVID-19.
  • Pandemi: Merupakan penyakit yang menjangkit dan menyebar dalam tingkat dunia. Penyakit tersebut dapat menyerang dan menjangkit orang dalam jumlah banyak dan dapat menyebar ke tempat yang berbeda-beda, dan negara-negara lain pun dapat berdampak penyakit ini. Dengan adanya wabah yang terjadi, WHO pun memasukkan Virus Corona atau COVID-19 ke dalam pandemi.

Khasiat Daun Kelor

Beberapa peneliti di seluruh negara mencoba meneliti virus corona, dan berharap mereka dapat menemukan obat yang dapat mencegah virus tersebut. Tak ketinggalan, tim Peneliti Indonesia pun menguji coba berbagai bahan yang dapat dijadikan sebagai suplemen antivirus corona, salah satunya adalah bahan alami yang terbuat dari Daun kelor.

Baca Juga:   7 Manfaat Memelihara Hewan Bagi Anak Usia Dini

Moringa Oleifera atau yang biasa disebut Daun kelor, merupakan sejenis tumbuhan dari  suku Moringceae. Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat dan berumur panjang. Tanaman ini dapat berbunga sepanjang tahun, serta tahan dalam kondisi cuaca apapun. Di Indonesia tanaman ini, sudah biasa dijadikan sebagai bahan pangan dan obat.

Penelitian ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun 1980-an. Di beberapa negara seperti Etiopia, Somalia, dan Kenya, memanfaatkan tanaman kelor sebagai penghijauan serta penahan daerah menjadi gurun yang gersang. Penelitian ini, telah dikaji dan dikembangkan oleh tim Jerman.

Badan kesehatan Dunia atau WHO pun menyatakan bahwa, kandungan yang terdapat pada daun kelor adalah : 7 kali Vitamin C pada jeruk, 4 kali Calcium yang terdapat pada susu, dan 4 kali vitamin A pada wortel, 2 kali Protein pada susu, serta 3 kali potasium pada pisang.

Karena penyebaran virus corona di Indonesia cepat sekali tersebar, beberapa tim peneliti di Indonesia mencoba melakukan uji klinik, terhadap daun kelor yang dinobatkan sebagai pohon ajaib oleh WHO.

Hasil penelitian Daun Kelor

Akhir-akhir ini, salah satu tim peneliti Universitas Indonesia (UI) dan IPB menemukan bahan alami sebagai calon antivirus corona. Senyawa yang terdapat pada daun kelor, jambu biji (berwarna merah) dan kulit jeruk. Penelitian ini menunjukkan bahwa, hasil screening aktifitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa seperti hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin, yang terhubung dengan cara kerja virus. Mendapat hasil bahwa senyawa yang terdapat pada bahan alami tersebut, dapat menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 (Virus Corona).

“Dari hasil bioinformatika, dengan menggunakan artificial intelligence, dengan machine learning. Setelah kita mendapatkan complete genome, jadi struktur virus secara keseluruhan, kemudian kita juga mempunyai struktur herbal yang ada, kemudian kita docking istilahnya. Itu ternyata yang terdapat pada buah jambu biji merah, daun kelor, dan kulit jeruk.” kata ari.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona.

Sumber referensi :


Marbel Krankenhaus - Mein Arzt
Marbel Krankenhaus - Mein Arzt

Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.