paud-membangun-pondasi-kecerdasan-dan-karakter-anak-paud

Membangun Pondasi Kecerdasan dan Karakter Anak PAUD

Selasa, 16 Januari 2018 07:36 WIB | dibaca : 1160 | dibagikan :

Anak usia 0 hingga 8 tahun adalah anak yang berusia dini. Mereka memiliki karakter yang unik dan berbeda dari anak-anak usia lainnya. Mereka masih gemar bermain dan masih tampak sangat lucu saat mereka melakukan sesuatu dengan segala kepolosan mereka. Orang tua, sebagai pembangun pondasi perkembangan karakter anak, perlu sadar akan pentingnya peran mereka. Namun banyak pula orang tua yang belum paham akan pentingnya peran mereka dalam membangun karakter anak, sehingga kurang mampu memanfaatkan usia emas anak ini seefektif mungkin. Melalui artikel ini, Kak Zepe mencoba untuk mengenalkan kepada orang tua beberapa karakter anak yang sangat penting untuk dikembangkan semaksimal mungkin di usia dini.


Baca juga: Tips Menanamkan Sikap Patuh Pada Anak Dengan Kasih Sayang


Selain itu, anak-anak pada kategori usia dini tentu saja memiliki karakter tersendiri yang berbeda dari anak pada usia lainnya. Karakter merupakan sifat bawaan yang biasanya diturunkan dari kedua orangtua. Karakter ini terkadang bisa membuat orang-orang di sekitarnya senang, namun beberapa juga membuat para orang tua kesulitan untuk mengatasinya. Sayangnya banyak pula orang tua yang belum paham menangani perilaku anak-anak pada usia dini. Sehingga dibutuhkan pengertian serta wawasan yang luas bagi orang tua dalam memahami karakteristik anak. Sehingga nantinya tidak akan memberikan pengaruh buruk pada perkembangan anak. Berikut ini ada beberapa karakteristik anak usia dini yang perlu Anda ketahui, sehingga Anda pun akan semakin mampu untuk membimbing dan mengarahkan anak agar memiliki karakter yang semakin baik.

1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar

Rasa ingin tahu anak usia dini masih sangat besar. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku anak yang masih suka bertanya atau sering membongkar pasang benda. Sebagai orang tua, Anda perlu mengarahkan anak dengan penuh kesabaran. Jawablah setiap pertanyaan anak dengan sabar. Anda bisa memberikan permainan bongkar pasang, seperti puzzle atau sejenis lego, agar hasrat anak dalam membongkar pasang sesuatu bisa terarah dengan baik.

2. Lebih mampu mengingat sesuatu yang terlihat nyata

Meskipun anak-anak gemar menonton film kartun, sebenarnya anak-anak lebih mampu mempelajari sesuatu yang nyata atau terlihat nyata. Bila Anda menginginkan anak lebih banyak belajar mengenal aneka hewan, ajaklah anak ke kebun binatang. Di sana anak-anak akan lebih banyak belajar aneka hewan dalam bentuk yang nyata. Bentuk yang nyata dari obyek yang dilihat anak, akan lebih mudah diingat daripada yang berbentuk kartun.

3. Memiliki daya imajinasi yang tinggi

Anak-anak usia dini gemar berimajinasi. Jangan larang anak bila anak mulai suka berbicara sendiri, terlihat memerankan seorang tokoh kartun, atau terlihat seakan-akan memiliki teman imajinasi. Tugas Anda, sebagai orang tua, adalah mengarahkan imajinasi mereka ke arah yang positif. Misalnya, dengan mengajak anak mengobrol tentang apa yang mereka imajinasikan atau meminta anak membuat tulisan atau komik tentang imajinasi mereka. Melarang anak berimajinasi benar-benar akan menyiksa anak dan ini akan mengganggu perkembangan daya kreatif mereka.

4. Aktif dan ekstra energi

Anak-anak usia dini biasanya terlihat aktif bergerak dan suka sekali berbicara, meski pun terkadang apa yang mereka bicarakan bukanlah hal yang penting bagi kita. Orang tua perlu mengarahkan anak dalam mengeksplorasi energi mereka. Ajaklah anak bermain bersama, berolahraga bersama, atau bertamasya bersama. Hal ini sangat baik agar anak bisa belajar memanfaatkan segala kemampuan mereka dengan melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

5. Belajar melakukan aktivitas tubuh

Anak-anak usia dini biasanya malah akan terlihat mudah capek bila mereka terlalu banyak menganggur. Bahkan anak yang tidak aktif bergerak akan terlihat seperti anak pemalas. Seperti sebuah mesin yang jarang dipakai, justru lama kelamaan mesin akan mudah rusak. Begitu pula dengan anak-anak. Ajaklah anak untuk melakukan aktivitas yang bervariasi dan memungkinkan anak bisa menggerakkan seluruh bagian tubuh mereka, tidak hanya membiarkan mereka bermain game sendiri di dalam kamar.

6. Kurang mampu fokus dalam jangka waktu yang panjang

Hal ini biasanya sangat penting untuk diketahui oleh para pendidik PAUD. Saat mengajar anak usia dini, para pendidik disarankan tidak terlalu banyak memberikan teori dan membuat anak hanya terpaku memperhatikan penjelasan guru. Anak-anak akan lebih banyak dan mampu belajar bila mereka diberi kesempatan belajar dengan aneka variasi. Misalnya, dengan meminta anak mengeksplorasi alam sekitar, meminta mereka membuat suatu karya, meminta mereka berdiskusi dengan teman, dan lainnya. Anak-anak biasanya akan cepat bosan bila mereka diajak belajar dengan aktivitas yang kurang bervariasi apalagi dengan membiarkan anak diam terpaku.

7. Gemar berinteraksi

Anak-anak usia dini adalah usia di mana anak-anak masih membutuhkan banyak bantuan orang lain. Biasanya anak akan lebih banyak dibantu orang yang lebih tua atau teman-temannya sendiri. Itulah mengapa dalam kehidupan sosial, anak-anak akan gemar bermain bersama teman dan suka melakukan kegiatan bersama.

8. Tekun dalam belajar

Karena sifat mereka yang mudah penasaran dan gemar mencoba-coba, anak-anak biasanya akan terlihat tekun dalam belajar. Misalnya, saat anak sedang senang-senangnya mewarnai. Anak tidak akan bosan melakukan aktivitas ini sampai mereka benar-benar mampu mewarnai dengan baik.

9. Kurang mampu membuat perencanaan

Anak-anak biasanya melakukan sesuatu sesuai dengan dorongan hati mereka secara spontan. Maka mereka akan biasa melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya. Misalnya, saat anak gemar bermain di jalan. Nasihatilah anak agar bisa bermain dengan baik dan aman, dan perlu berhati-hati kalau ada kendaraan yang lewat.

Demikianlah 9 karakter anak yang perlu dikembangkan oleh anak usia dini. Bagaimana pun usia dini adalah usia yang sangat penting bagi anak dalam mengembangkan setiap potensi yang mereka miliki. Sebagai orang tua, Anda perlu memanfaatkan kesempatan ini agar anak bisa berkembang secara maksimal, tanpa mengabaikan hak anak dalam bermain dan mendapatkan kebahagiaan di masa kecil

Karakter anak memang perlu dibangun sejak dini. Salah satu cara membangun karakter anak adalah dengan media dongeng. berikut ini adalah dongeng-dongeng yang bisa membangun karakter anak sejak usia dini yang telah dirilis oleh Educa Studio.

–  Cerita Anak, Mila Si Pelupabanner-riri-mila-si-pelupa– Cerita Anak, Monyet dan Ayambanner-riri-monyet-dan-ayam

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...