Menambah kosakata anak

Menambah Kosakata Anak Lewat Dongeng

Jumat, 6 Maret 2020 08:00 WIB | dibaca : 22 | dibagikan :

Kegiatan mengenalkan kosakata pada anak, bisa melalui media apa saja. Sesuaikan minat anak, untuk menambah kosakata anak dengan membacakan cerita, belajar menyebutkan kata dari setiap barang, atau melihat tontonan Youtube yang mendidik. Dengan kegiatan ini, juga dapat mendekatkan hubungan antara anak dan orangtua.

Untuk masa sekarang, anak akan lebih cepat menangkap informasi melalui smartphone. Jadi, anda dapat memilihkan tontonan yang bermutu bagi buah hati anda.

Ajarkan beberapa kosakata kepada anak, pada masa Golden Age. Apa itu Golden Age? Golden Age adalah masa dimana anak menyerap, mengolah, dan menyampaikan beberapa informasi yang dia dapat, pada umur 0-6 tahun. Maka dari itu, berikan stimulus yang tepat untuk buah hati anda. Salah satunya dengan tontonan pada Aplikasi Youtube, dengan memilihkan tontonan yang mendidik dan berkualitas. Selain itu, anda juga dapat mengajaknya mendengar atau membaca dongeng.

Lalu, Apa itu Kosakata?

Menurut wikipedia, kosakata adalah himpunan kata yang dimiliki seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Dengan kata lain, banyaknya jumlah kata yang diingat dan dipahami oleh seseorang atau beberapa kata yang digunakan, sehingga membentuk suatu kata baru. Setiap anak yang berhasil mendapat satu kosakata baru, akan menambah perbendaharaan kata dan dapat mengajarkan anak untuk merangkai beberapa kata yang dipahami menjadi sebuah kalimat baru.

Untuk beberapa anak, mereka akan sangat mudah menyerap kata yang dia dengar,lalu mengucapkannya kembali. Akan tetapi perkembangan anak lain belum tentu baik. Maka dari itu untuk menambah kosakata anak, kita sebagai orang dewasa dan orangtua, coba berikan kata-kata sederhana yang dapat di pahami oleh anak kita, meskipun mereka belum jelas dalam mengucapkannya.

Menambah kosakata anak
School photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Langkah-langkah Melatih penambahan Kosakata Anak :

  • Perkenalkan nama anggota tubuh, barang-barang yang ada disekitar anak, dan kata-kata sederhana. Dengan menyebutkan beberapa kata, maka anak akan belajar untuk menambah kosakata baru, dengan anda tambahkan beberapa kata kerja. seperti, “Buang sampah di keranjang sampah”.
  • Bermain Kata. Dunia anak adalah bermain, maka dari itu, cara mudah untuk mengenalkan kosakata baru yaitu dengan mengajaknya bermain menggunakan kartu. Atau anda dapat bermain sambung kata pada kartu yang telah di acak. Sehingga anak pun tidak akan mudah bosan dengan kata-kata yang baru diajarkan.
  • Melihat buku bergambar. Ajaklah anak untuk membuka buku cerita yang tidak ada tulisannya. Biarkan anak menceritakan apa yang terjadi pada tokoh yang ada dalam buku tersebut. Kita sebagai orang dewasa atau orangtua, cukup mendengar dan memotivasi anak, supaya buah hati lebih aktif bercerita.
  • Melalui Nyanyian. Ajaklah anak-anak bernyanyi sejak kecil. Meskipun terkadang mereka belum bisa mengucapkan kata-kata tersebut dengan benar, paling tidak mereka paham akan kata yang anda sebutkan.
  • Jalan-jalan disekitar rumah. Ketika anak terlihat bosan, maka ajak anak untuk berjalan-jalan diluar untuk mengurangi rasa bosannya. Selain itu, anda dapat mengajarkannya beberapa benda baru atau kata baru pada buah hati anda.
  • Perbaiki kosakata. Ketika anak mencoba bercerita dengan anda, atau menyebutkan kata yang baru saja dia dengar, maka anda perlu mengkoreksinya apabila dia terdengar salah dalam pengucapannya. Apabila tidak, maka kata-kata itu akan dia pakai terus sampai dewasa. Seperti kata “sayang” menjadi “cayang”.
  • Perlihatkan video yang mendidik. Perlihatkan tontonan yang mendidik. Saat ini, setiap orang telah terbiasa dengan smartphone. Bahkan anak kecil pun sudah ada yang mempunyai smartrphone. Maka arahkan buah hati anda untuk melihat Youtube, dengan tayangan yang mendidik seperti Riri Cerita Anak Interaktif. Dengan melihat dongeng tersebut, diharapkan anak dapat menambah kosakata yang baru, serta mendapatkan pesan moral yang baik.
Baca Juga:   Tanda Anak Siap Belajar Membaca

 

Sumber referensi :


Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.