Menanamkan Jiwa Penguasaha (Entrepreneur) Kepada Anak

Kamis, 8 Desember 2016 22:37 WIB | dibaca : 995 | dibagikan :

Menjadi pengusaha memang menjadi impian banyak orang. Karena dengan menjadi pengusaha kita bisa mengatur waktu sendiri dan besarnya bergantung dari besarnya usaha yang dia lakukan. Tidak semua orang tua menginginkan anaknya menjadi seorang pengusaha. Ada banyak cita-cita yang bisa diraih anak selain menjadi pengusaha. Namun mental seorang pengusaha memang patut diacungi jempol, karena seorang pengusaha dituntut untuk pandai mengatur waktu, berelasi dengan banyak orang, pantang menyerah, tidak takut gagal, berani mengambil risiko, dan lainnya. Mental seperti ini perlu ditanamkan di hati anak agar ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh di zaman yang makin ketat dalam hal persaingan ini. Saya, Kak Zepe, memberikan tips-tips berikut ini bagi Anda:

  1. Menjelaskan arti pengusaha
    Jelaskan kepada sang buah hati tentang makna pengusaha, misalnya mental yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha, tugas-tugas seorang pengusaha, tantangan menjadi seorang pengusaha dan lainnya. Jelaskan pula tentang sisi positif dan negatif dari menjadi seorang pengusaha.
  1. Usaha yang sesuai dengan bakat dan minat anak
    Tuhan pasti mengaruniai bakat dan talenta pada setiap anak. Kenalilah bakat dan talenta anak dengan cara mengamati aktivitas sehari-hari mereka. Bakat dan minat mereka biasanya sudah tampak sejak dini, bila orang tua bisa cermat dalam mengamatinya. Anda juga bisa menanyakan kepada guru mereka di sekolah. Guru biasanya memiliki penilaian yang baik akan kelebihan dan kekurangan anak-anak didiknya. (baca juga: “Cara Mengembangkan Bakat Anak Sesuai Dengan Minatnya” )
  1. Motivasi anak untuk meraih cita-citanya
    Cara memotivasi anak agar memiliki daya juang dalam meraih cita-cita mereka ada berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memberikan “pancingan” berupa mendapatkan hadiah bila ia bisa mencapai sesuatu. Misalnya, bila anak bisa bangun jam 5.30 setiap pagi, sehingga tidak terlambat ke sekolah, maka ia akan mendapatkan suatu hadiah. Hal ini akan memacu anak agar bisa meraih cita-citanya dengan cara bangun pagi.
  1. Mempraktekkan “Bisnis Usaha Kecil”
    Ajaklah anak untuk membuat suatu produk. Produk yang paling sederhana bisa berupa makanan atau kerajinan tangan. Mintalah anak membantu semampu mereka. Anda bisa membayar buah hati Anda dengan tarif per jam, misalnya bila anak bekerja dalam 1 jam, maka ia akan mendapatkan tambahan uang jajan. Setelah itu, Anda bisa membantu anak memasarkannya. Bila ada saudara atau teman Anda yang datang, mintalah anak menjajakan dagangannya. Anda juga bisa meminta anak untuk menjualnya ke sekolah, atau sekedar mempromosikannya. Bila perlu, Anda juga bisa membuatkan anak sebuah kartu nama yang berisi identitas anak dan tuliskan jenis usahanya dan jabatannya, misalnya adalah “Pemilik Perusahaan Makanan ABCD” (baca juga: Tips Menanamkan Jiwa Pengusaha Sejak Dini )
  1. Mengajarkan pengelolaan uang sejak dini
    Berikan kepercayaan kepada anak untuk mengelola keuangannya sendiri. Misalnya, anak diberikan uang jajan sebanyak Rp 10.000, – per hari. Berilah ia uang jajan sebesar Rp 70.000,- yang harus dikelola selama satu minggu, bila ada sisa Anda harus menyarankan kepada anak untuk menabungnya. Ajarkan pula kepada pengelolaan uang sederhana kepada anak, yang berisi pendapatan, pengeluaran, dan saldo setiap minggu dan setiap hari.
  1. Mengajarkan disiplin dan betapa berharganya waktu
    Ajarkan kepada anak akan pentingnya bangun pagi. Dengan bangun pagi kita akan bisa mengerjakan sesuatu dengan lebih awal dan pikiran lebih fresh. Melalui pembiasaan ini, Anda telah mengajarkan kepada anak untuk menghargai waktu. Anda juga bisa membantu anak dengan membuatkannya jadwal mingguan dan harian.
Baca Juga:   Olahraga Saat Social Distancing yang Menyenangkan

Hal yang tidak kalah penting bagi Anda adalah memahami minat anak. Terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan minat anak. Bila sesuai dengan perkembangannya anak tidak berminat dalam menekuni bidang yang Anda rintis, misalnya menjadi pengusaha, sebaiknya tidak terlalu memaksakan anak sesuai dengan yang Anda inginkan. Bagaimana pun setiap anak berhak menentukan masa depan mereka sendiri. Tugas orang tua adalah membimbing anak supaya anak bisa meraih apa yang mereka cita-citakan dan tentu saja di bidang yang sesuai dengan mereka minati dan sesuai dengan bakat yang mereka miliki. Namun sikap mental seorang pengusaha memang penting untuk bisa diajarkan dan ditanamkan di hati anak sejak usia dini.

Ayo tanamkan jiwa penguasaha anak dengan bermain game tentang jual beli. Maikan 2 game yang menarik ini. Klik judulnya untuk DOWNLOAD GRATIS:
1. Marbel Belanja di Supermarket
banner-marbel-belanja-di-supermarket

2. Marbel Supermarket Indonesiabanner-marbel-supermarketSumber gambar: blog.abacus.com

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...