Mendidik Anak Menjadi Pribadi Yang Bertanggungjawab

Kamis, 1 Desember 2016 23:07 WIB | dibaca : 1286 | dibagikan :

Seorang ibu merasa prihatin dengan kebiasaan anaknya. Ia sering malas merapikan mainan yang baru saja ia mainkan, sehingga bertebaran kemana-mana. Sang anak sudah terlalu menggantungkan pada pembantu rumah tangga sebagai orang yang akan menolongnya dalam membereskan mainan yang baru saja ia mainkan. Bagaimana bila hal ini terjadi pada buah hati Anda? Bagaimana perasaan Anda?

Bagaimana pun perkembangan kepribadian anak akan sangat bergantung pada usianya. Walaupun usia yang semakin bertambah juga tidak akan menjamin apakah sang anak akan memiliki rasa tanggung jawab atau tidak. Semua tergantung pada sikap orang tua dan lingkungan di mana sang anak tinggal.

Orang tua tidak boleh hanya membiarkan anak berkembang secara alami. Orang tua perlu memberikan dukungan dan bimbingan agar perkembangan kepribadian anak bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga rasa tanggung jawab benar-benar tertanam di dalam hati anak. Di bawah ini adalah tips-tips dari Kak Zepe, agar anak bisa memiliki rasa tanggung jawab:

1.    Sering mengajak “sharing” untuk mencapai kesepakatan
Meskipun di rumah anda memiliki pembantu, jangan segan untuk memberikan tugas kepada anak untuk membersihkan rumah. Setiap anak perlu belajar untuk menjaga kebersihan rumah atau membantu pekerjaan di rumah. Hal ini perlu dilakukan agar anak juga bisa belajar hidup mandiri. Hidup mandiri adalah salah satu ciri orang yang bertanggung jawab, sehingga kebiasaan-kebiasaan yang bisa menumbuhkan rasa percaya diri anak perlu dilakukan sejak dini. Buatlah jadwal kepada anak tentang tugas-tugas mereka di rumah, misalnya menyapu halaman atau menyapu lantai di rumah. Berikan tugas sesuai dengan level usianya, sehingga anak tidak merasa tertekan dengan tugas yang Anda berikan.

2.    Pentingnya konsekuensi saat melanggar aturan atau kesepakatan
Agar anak semakin menyadari akan arti tanggung jawab, maka orang tua  perlu memberikan konsekuensi bila ia melanggar suatu aturan. Konsekuensi yang diberikan adalah konsekuensi yang bersifat edukatif. Contoh dari konsekuensi edukatif adalah berupa meringkas suatu buku cerita, menerjemahkan kata-kata dalam bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris, dan lainnya. Ada tips khusus tentang cara mempraktekkan aturan kepada anak-anak. Hal ini sangat penting, agar anak tidak merasa tertekan.

Baca Juga:   5 Manfaat Makan Bersama Dalam Keluarga

3.    Pentingnya Orang tua Selalu menepati janji
Berusahalah agar selalu menepati janji yang telah diucapkan kepada sang buah hati. Dengan menepati janji pada anak, Anda telah memberikan teladan yang baik kepada anak tentang pentingnya bertanggung jawab, terutama dengan menepati janji atau pentingnya konsekuensi perkataan dengan kenyataan.

4.    Memberikan reward bila ia mau mematuhi aturan
Bila anak bisa melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya, Anda bisa memberikan reward atau penghargaan lainnya. Misalnya, bila dalam seminggu anak bisa bangun pagi, ia akan mendapatkan hadiah berupa mainan dan akan dibelikan di akhir pekan. Penghargaan juga tidak harus berupa hadiah. Penghargaan berupa pujian, pelukan, dan kecupan juga sangat bermanfaat untuk memotivasi anak untuk bisa melakukan tanggung jawabnya dengan baik.

5.    Pentingnya motivasi orang tua saat anak berada di dalam permasalahan
Anak-anak perlu belajar untuk berinisiatif, terutama saat ia berada dalam situasi sulit atau permasalahan. Banyak orang tua cenderung melindungi anak tanpa memberi kesempatan kepada anak untuk berpikir atau menemukan ide sendiri dalam memecahkan masalahnya. Lebih baik berikan bimbingan pada anak melalui proses hingga kesimpulan yang dibuatnya sendiri. Ajukan pertanyaan-pertanyaan dan dorong sang buah hati untuk berpikir sendiri dengan dukungan Anda.

Selain pentingnya memotivasi anak saat mengalami permasalahan, orang tua juga perlu memotivasi anak saat anak mengalami kegagalan. Hal ini pernah diulas Kak Zepe dalam artikel berjudul “Cara Memotivasi Anak Saat Mengalami Kegagalan”.

Pribadi yang bertanggung jawab adalah salah satu nilai yang perlu diajarkan pada anak. Anak-anak masih perlu belajar tentang karakter lainnya, misalnya kejujuran, kemurahan hati, empati, dan lainnya. Nilai-nilai pendidikan karakter seperti ini bisa diajarkan dengan cara yang menyenangkan, misalnya dengan media lagu atau dongeng anak.

Silakan download gratis lagu dan dongeng anak karya Educa Studio di bawah ini:
– Lagu Anak Tematik TK dan PAUD – LENGKAP
banner-kolak-lagu-anak-tematik-tk-dan-paud
– Cerita Anak, Mila Si Pelupabanner-riri-mila-si-pelupa– Cerita Anak, Monyet dan Ayambanner-riri-monyet-dan-ayam– Cerita Anak, Persahabatan Angsabanner-riri-persahabatan-angsa

Sumber gambar: www.bestwayguides.com

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...