Jiwa usaha anak bisnis di supermarket pelajaran profesi PAUD

Mengajarkan Jiwa Wirausaha Kepada Anak Melalui Metode “Learning By Doing”

Jumat, 15 Desember 2017, 08:07 WIB | dibaca 437 kali | dibagikan kali

Kompetisi di dunia kerja berlangsung sangat ketat. Banyak sarjana kesulitan mencari lapangan pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan kompetensi mereka. Dunia bisnis menjadi pilihan yang cukup menjanjikan. Banyak orang mendapatkan kesuksesan bukan karena ia telah mendapatkan pekerjaan pada suatu perusahaan, namun justru ia mendapatkan kesuksesan saat ia menciptakan suatu usaha dan membuka lapangan pekerjaan.

Memperkenalkan anak pada dunia wirausaha

Anak-anak perlu mengenal dunia bisnis sejak usia dini. Namun tentu saja pengetahuan yang mereka dapatkan haruslah sesuai dengan kemampuan di usia mereka. Anak-anak tidak membutuhkan terlalu banyak teori. Mereka justru akan lebih banyak belajar bila mereka belajar dengan cara melakukan.

Pembelajaran “Learning by Doing” dengan tema profesi
Saat pembelajaran tema cita-citaku atau profesi, anak-anak akan diperkenalkan oleh aneka pekerjaan. Pekerjaan favorit bagi anak-anak adalah dokter, pilot, astronot, olahragawan, pengusaha, dan lainnya. Para guru memperkenalkan aneka profesi kepada anak-anak usia dini dengan media gambar, dongeng, film, dan lainnya. Selain jenis-jenis pekerjaan, anak-anak juga perlu melakukan kegiatan praktek tentang suatu pekerjaan. Salah satu kegiatan praktek yang sangat digemari anak-anak adalah dengan memperagakan aktivitas jual beli.

Memperagakan aktivitas jual beli di sekolah

Untuk memperagakan aktivitas jual beli di sekolah dibutuhkan ruangan di luar kelas, misalnya di aula atau di lapangan terbuka. Sedangkan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan adalah uang mainan (tiruan), barang-barang yang nantinya digunakan sebagai barang jualan, meja, kursi, dan tulisan yang bertuliskan nama toko. Dalam aktivitas ini anak-anak akan melakukan praktek jual beli bersama teman-teman mereka, ada yang berperan sebagai penjual, serta ada yang berperan sebagai pembeli. Anak yang berperan sebagai pembeli akan belajar cara membayar, menghitung nilai uang, memilih barang yang akan dibeli, dan lainnya, sedangkan anak yang berperan sebagai penjual akan belajar cara menjual barang, menghitung nilai uang, menata barang jualan, dan lainnya.

Manfaat peragaan aktivitas jual beli di sekolah

Dengan memperagakan aktivitas jual beli, anak-anak akan semakin paham cara melakukan transaksi. Anak-anak juga akan akan memahami etika dan urutan dalam melakukan transaksi. Anak-anak juga akan semakin paham manfaat uang, sebagai alat pembayaran sang sah. Dengan aktivitas ini, anak-anak juga diharapkan akan semakin memahami cara melakukan transaksi dan tentu saja hal ini sangat berguna bagi masa depan anak, terutama dalam mengembangkan pengetahuan dan pengalaman anak dalam dunia bisnis. Anak-anak perlu paham mulai dari hal sederhana ini. Agar aktivitas ini semakin memberikan pengalaman dan pelajaran yang bervariasi bagi anak, kita bisa mengajarkan anak memperagakan drama dengan berbagai tema transaksi, misalnya transaksi antara kasir rumah sakit atau penjaga rumah sakit dengan pasien, transaksi antara penjahit dengan konsumennya, transaksi antara penjual di pasar dengan pembeli, dan lainnya. Dengan adanya variasi tema yang beragam, anak-anak pun akan semakin memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang dunia bisnis.

Mengajak anak berkunjung ke supermarket

Sesekali kita juga bisa mengajak anak bersama-sama pergi ke supermarket. Alangkah lebih baik, bila dalam kegiatan ini guru memandu anak-anak didik mereka. Guru bisa mempraktekkan aktivitas memilih barang dan membayarnya di kasir.

Manfaat mengajak anak berkunjung ke supermarket

Dari kegiatan ini, anak-anak akan semakin mengenal proses terjadinya transaksi. Mulai dari aktivitas memilih barang, mengambil barang, hingga membayarnya. Anak-anak juga mengenal aneka profesi yang bekerja di supermarket, yaitu petugas satpam, kasir, dan penjaga toko.

Dengan mengajak anak ke supermarket, anak-anak juga akan belajar dari aneka produk yang ada. Guru bisa secara langsung mengajari anak tentang berbagai warna, bentuk, dan huruf yang tertera di produk tersebut. Semakin bertambahnya pengetahuan yang dimiliki anak secara berkesinambungan maka secara tidak langsung kosakata anak juga akan semakin bertambah banyak.


baca juga: Menanamkan Jiwa Penguasaha (Entrepreneur) Kepada Anak


Selain itu, aktivitas ini juga bisa mengembangkan kecerdasan sosial anak. Dengan seringnya anak bertemu dengan banyak orang di luar maka secara langsung anak akan terbiasa untuk mengenal orang lain selain orang yang selalu ditemuinya di rumah. Selain itu anak akan terbiasa untuk berkomunikasi dengan orang lain yang ia temui dan hal tersebut sangat baik untuk perkembangannya. Dengan memberikan kesempatan anak berkomunikasi atau berkenalan dengan kasir atau satpam, karakter percaya diri anak pun akan semakin berkembang. Akan lebih baik pula, bila guru juga mengajarkan cara berkenalan, cara menyapa, cara memuji, dan lainnya, saat memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi kepada karyawan di supermarket.

Belajar dengan melakukan memang sangat penting bagi anak. Karena dengan metode ini anak-anak akan semakin bebas dalam bereksplorasi dan anak-anak pun akan semakin kaya akan ilmu pengetahuan. Dengan metode ini, anak-anak juga akan semakin mengingat apa yang mereka pelajari dalam jangka waktu yang lebih lama, daripada saat anak belajar dengan cara membaca saja atau mendengarkan saja.

Agar anak-anak semakin mengenal cara bertransaksi dan cara berkomunikasi yang baik saat melakukan transaksi, kita bisa mengajak anak belajar dengan aplikasi “MARBEL SUPERMARKET“. Dengan aplikasi ini, anak-anak bisa banyak hal tentang apa saja yang ada di supermarket. Download gratis aplikasi ini dengan klik gambar di bawah ini:

banner-marbel-supermarket


sumber gambar: https://creativelandschool.files.wordpress.com/2013/05/dscn4336.jpg

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...