Mengenal teknologi 5G

Mengenal Teknologi 5G, Jaringan Anti Lemot

Senin, 23 Maret 2020 08:00 WIB | dibaca : 53 | dibagikan :

Internet menjadi salah satu kebutuhan utama manusia jaman sekarang. seperti yang kita tahu jaringan internet telah mengalami evolusi dan peningkatan kecepatan. Saat ini teknologi jaringan 5G sedang digadang-gadang akan menjadi pengganti jaringan 4G. Sebelum kita mengenal teknologi 5G lebih jauh, ada baiknya kita mengenal sedikit tentang jaringan 4G.

Jaringan 4G LTE menawarkan jaringan koneksi yang cepat dan tanpa lemot, dengan harga yang murah meriah. 4G adalah kepanjangan dari Fourth-Generation. Jaringan tersebut menjelaskan bahwa standar generasi keempat dari teknologi telepon seluler.

Jaringan 4G pun memiliki kapasitas bandwidth 10 kali lipat lebih besar dibandingkan jaringan 3G, kecepatan aksesnya juga tak diragukan lagi,karena dapat mengakses data jauh lebih cepat dan gesit. Ketika menggunakan jaringan 4G kalian akan terhindar dari buffering, sehingga internet pun terhindar dari kata lemot.

Sejak awal tahun 2019 jaringan 5G telah menjadi model jaringan terbaru, yang tentunya akan menjanjikan performa yang lebih unggul dibandingkan dengan jaringan 4G. Tapi sangat disayangkan, karena di awal perkembangannya, masih terbilang belum stabil di beberapa negara.

Technology photo created by freepik – www.freepik.com

Apa yang membedakan Jaringan 4G dengan 5G?

Setelah mengenal teknologi 5G, kita akan mencari perbedaan teknologi ini dengan teknologi pendahulunya, 4G. Pada  awalnya, 5G diharapkan mampu bekerja lebih pintar, lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan dengan 4G, karena 5G mempunyai kecepatan yang dapat mencapai 10 Gbps. Perangkat seluler yang menggunakan jaringan 5G, ketika mengirim dan menerima informasi dalam waktu kurang dari seperseribu detik muncul seketika.

Para pengguna 5G pun dapat mengunduh film ke ponsel atau tablet dalam hitungan detik. Selain kecepatan data yang harus tinggi, diharapkan dengan kecepatan data yang memungkinkan aplikasi realitas virtual atau mobil yang dapat mengemudi sendiri pun membutuhkan latensi yang sangat rendah. Maka dari itulah 5G dikembangkan untuk dapat mencapai latensi dibawah tanda 1 mili detik.

Kecepatan jaringan 5G pun diperkirakan 100 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan kecepatan yang bisa dicapai jaringan 4G. Hal tersebut dapat terjadi karena jaringan 5G dapat bekerja pada frekuensi 30 GHz sampai dengan 300 GHz. Sedangkan jaringan yang terdapat pada 4G hanya tersedia dibawah 6 Ghz saja.

Baca Juga:   Aplikasi Podcast VS Radio, Pilih yang Mana?

Pada jaringan 5G,panjang gelombang digunakan pun lebih pendek, sehingga hasil sinyak yang disebarkan pun dapat lebih unggul performanya dan lebih terkontrol. Sedangkan jaringan 4G memiliki sebaran sinyal yang masih liar pergerakannya. Dengan dikembangkannya jaringan 5G, diharapkan dapat segera di distribusikan ke masyarakat,karena segala keunggulannya. Namun kita harus masih menunggu proses pengembangan 5G, supaya jaringan yang dihasilkan benar-benar stabil.

Mengenal teknologi 5G
Business photo created by freepik – www.freepik.com

Apakah Jaringan 5G berbahaya bagi kesehatan?

Meskipun perkembangan jaringan sangat dinanti oleh beberapa pengembang, tapi banyak para pengguna yang telah menyuarakan tentang potensi bahaya yang ditemukan pada jaringan 5G, karena radiasi gelombang milimeter energi yang lebih tinggi dibandingkan jaringan sebelumnya.

Pada suatu penelitian yang dirilis pada tahun 2018 oleh Program Toksikologi Nasional menyebutkan bahwa selama satu dekade penelitian, mereka telah menemukan beberapa bukti peningkatan tumor otak dan kelenjar adrenalin pada tikus jantan yang terkena radiasi RF (Frekuensi Radio) yang dipancarkan oleh ponsel 2G dan 3G, akan tetapi tidak pada tikus betina.

Menurut Foster, salah satu peneliti yang telah mempelajari efek kesehatan dari gelombang radio selama hampir 50 tahun menjelaskan bahwa, “Pada tingkat paparan tinggi, energi frekuensi radio (RF) memang bisa berbahaya, menghasilkan luka bakar atau kerusakan termal lainnya, tetapi paparan ini biasanya hanya terjadi dalam pengaturan pekerjaan di dekat pemancar frekuensi radio berdaya tinggi, atau kadang-kadang dalam prosedur medis serba salah. Dia pun menyarankan untuk mengkaji ulang tentang perkembangan 5G karena belum banyak ditemukan studi yang menelitinya.

Sumber referensi :


Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.