Mengoptimalkan literasi anak

Mengoptimalkan Literasi Anak Sejak Dini

Rabu, 11 Maret 2020 12:00 WIB | dibaca : 688 | dibagikan :

Seperti yang sudah dikutip oleh wikipedia. Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu. Yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan bahasa. Begitu pula anak, mengoptimalkan literasi anak sejak dini anak berdampak baik pada mereka.

Secara umum literasi adalah seperangkat keterampilan nyata. Khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks dimana keterampilan itu diperoleh dan dari siapa memperolehnya.

Tujuan utama literasi bukan hanya meningkatkan kemampuan anak terhadap membaca dan menulis saja. Dengan kedua jenis keterampilan tersebut, sebenarnya hanya sebagai landasan tujuan yang lebih meluas. Yaitu membentuk generasi masa depan yang mampu berpikir kritis dalam menyikapi setiap informasi yang didapatinya.

Kiat Mengoptimalkan Literasi Anak Sejak Dini

Berikut adalah kiat yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengoptimalkan literasi anak sejak usia dini.

 1. Melatih Anak Untuk Mengenal Membaca, Menulis, dan Berhitung Sejak Usia Dini

Pendidikan literasi pada anak usia dini biasanya akan dimulai dengan cara membacakan kepada anak sebuah dongeng atau cerita lainnya secara urut. Dengan orang tua yang rajin membacakan dongeng untuk anaknya maka akan lebih mudah untuk anak mengenal abjad, dan menambah kosakata dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga anak nantinya akan lebih siap lagi dalam proses belajar, menulis hingga berhitung.

 2. Mengembangkan Kemampuan Anak Untuk Berpikir Kritis

Pendidikan literasi pada anak usia dini juga sebagai pondasi bagi anak kelak saat hendak memasuki kehidupan bermasyarakat sehingga anak bisa berfikir secara kritis dan dapat menyaring setiap informasi yang diterimanya.

 3. Persiapkan Anak Untuk Memasuki Dunia Sekolah

Perkembangan sosial hingga emosional, kognitif, bahasa, dan literasi adalah sejumlah aspek penting yang harus dimiliki anak. Aspek tersebut sangat saling berhubungan  satu sama lain yang dapat didukung dengan literasi sejak usia dini. Dengan mengenalkan anak pada poin-poin literasi tersebut maka anak akan lebih siap untuk memasuki dunia sekolah.

Baca Juga:   Cara Mengatasi Anak Yang Suka Memukul

 4. Mengembangkan Literasi Yang Baik Berpengaruh Pada Akademik Anak

Dengan rajin membacakan buku cerita maupun dongeng untuk anak membuktikan bahwa anak akan lebih sukses dibidang akademik. Nah, dengan orang tua yang menyiapkan literasi anak sejak dini maka kemungkinan anak akan menjadi lebih berprestasi dibidang akademik.

Mengoptimalkan literasi anak
People photo created by pressfoto – www.freepik.com

Tahap Mengenalkan Literasi Pada Anak Usia Dini

Berikut adalah konsep literasi yang perlu orang tua mengenalkan kepada anak sejak usia dini.

 1. Konsep Klasifikasi

Orang tua dapat mengenalkan konsep klasifikasi dengan cara memisahkan satu benda berdasarkan klasifikasinya, contohnya seperti benda yang sama atau bentuk yang sama.

 2. Konsep Seri

Orang tua dapat mengenalkan konsep seri ini dengan cara memberikan contoh kepada anak untuk mengumpulkan mainannya dari benda yang paling kecil hingga yang paling besar maupun yang paling pendek ke yang paling panjang.

 3. Konsep Pola

Dengan konsep pola ini orang tua dapat mengajarkan kepada anak sebuah bentuk tertentu dengan bentuk yang sudah dimiliki anak sebelumnya melalui mainan miliknya, seperti bentuk lingkaran pada bola miliknya atau pun kubus pada wadah tempat anak menaruh mainannya.

 4. Konsep Angka

Kenalkan terlebih dahulu konsep bilangan pada anak seeperti bentuk anak lalu nilai angka tersebut. Untuk mengenalkan penjumlahan, pengurangan dan lainnya anak dapat mempelajarinya kelak saat sudah memasuki bangku sekolah.

 5. Konsep Geometri

Orang tua dapat mengenalkan konsep geometri ini dengan cara mengenalkan kepada bentuk-bentuk dua dimensi, contohnya seperti bentuk persegi dan segitiga. Dan untuk bentuk tiga dimensi contohnya seperti bentuk limas maupun kubus. dan juga bisa mengajak anak bermain puzzle dan bangun ruang.

 

Sumber referensi :


Tagged:

Penulis: Fauzia Eka

Hobby menulis dan membaca. Anggota tim relasi publik di Educa Grup. Penyuka drama korea dan berpengalaman dalam QA product.