Obat avigan

Obat Avigan dapat mengatasi COVID-19, Benarkah?

Selasa, 24 Maret 2020 08:00 WIB | dibaca : 39 | dibagikan :

Dalam waktu tiga bulan, COVID-19 atau Virus Corona telah menimbulkan keresahan, karena banyak menimbulkan kematian di beberapa negara. Obat Virus Corona sampai saat ini belum ditemukan. Namun disebut-sebut obat avigan data mengatasi virus corona, benarkah itu?

Obat generik dengan merek avigan dinyatakan efektif mengobati pasien dengan penyakit COVID-19 atau virus corona. Pemerintah pun dikabarkan, telah memesan obat tersebut dalam jumlah banyak. Meskipun obat ini dinyatakan dapat menyembuhkan pasien dari virus corona atau COVID-19, mengingat angka kematian yang disebabkan oleh wabah ini mencapai 8.732 orang, semudah itukah obat tersebut dapat menyembuhkan para pasien ODP (Orang Dalam Pengawasan). Mari kita lihat lebih dalam lagi, apa itu obat avigan.

Apakah Obat Avigan itu?

Menurut pemberitaan yang telah beredar, otoritas China mengumumkan bahwa ada sebuah obat flu yang dikembangkan oleh jepang, dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi virus corona.

Menurut live science, obat avigan sebenarnya dibuat khusus untuk mengobati virus RNA seperti SARS-CoV-2. Obat ini akan menghentikan beberapa virus dari replikasi dengan melumpuhkan enzim (zat yang menyebabkan reaksi kimia) yang disebut RNA polimerase, yang membangun RNA.

Tapi virus corona tidak akan bisa berkembang dan berlipat ganda, jika tidak menggunakan enzim utuh. Sehingga inang virus dapat bekerja secara efisien. Meskipun beberapa pakar telah mengklaim jika obat avigan mampu mengatasi virus corona, tapi obat avigan sepertinya masih kurang efektif jika diberikan pada pasien dengan gejala berat.

Salah seorang sumber dari kementerian kesehatan jepang mengatakan, “Kami telah memberikan kepada 70 sampai 80 orang, tetapi tampaknya tidak berfungsi dengan baik ketika virus sudah berlipat ganda”.

Pak Jokowi selaku Presiden Indonesia menyampaikan bahwa, “Pemerintah menyiapkan obat COVID-19 dan akan menyerahkan ke pasien-pasien, ke rumah-rumah” kata bapak presiden dalam konferensi pers di istana negara. “Obat ini sudah dicoba di dua tiga negara dan memberikan kesembuhan, yaitu avigan lima ribu dan dalam proses pemesanan dua juta. Obat kedua yang telah kita siapkan yaitu klorokuin, yang telah kita siapkan sebanyak tiga juta.” Lanjut beliau.

Dengan mendatangkan obat yang diduga dapat menyembuhkan pasien virus corona atau COVID-19, ini juga sebagai bentuk bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam, dalam menghadapi wabah corona. Dibalik ketidakpastian tentang virus corona, pemerintah mencari-cari informasi terkait penyelesaian virus yang tengah mewabah.

Baca Juga:   Belajar Materi PAUD Lengkap Dengan Marbel Preschool
Obat avigan
Photo by indozone.id

Efektifkah Avigan atau Favipirafir untuk COVID-19

Favipirafir merupakan obat, yang dikembangkan oleh anak perusahaan Fujifilm. Menurut uji klinis di Wuhan dan Shenzhen, para ahli melibatkan sebanyak 340 pasien yang positif corona. Lalu mereka mengujicoba obat tersebut, dan mendapatkan hasil yang gembira.

Pasien di Shenzhen yang diberi obat favipirafir secara berkala, berubah menjadi negatif. Setelah mengkonsumsi obat tersebut selama kurang lebih empat hari setelah di vonis positif corona.

Keadaan tersebut sangat berbeda jauh, dengan pasien yang tidak mengkonsumsi favipirafir. Pasien yang selamat, dinyatakan sembuh dalam kurun waktu sebelas hari setelah mendapatkan perawatan selama sebelas hari.

Meskipun begitu, pihak pemerintahan korea ternyata tak mau mengimpor obat avigan tersebut. Karena menurut mereka, ternyata obat tersebut mempunyai efek yang cukup fatal apabila digunakan pada ibu hamil. Efek samping obat itu adalah dapat mempengaruhi bentuk janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Menurut pakar kesehatan, masih ada beberapa hal yang belum kita ketahui terkait virus corona. Maka dari itu, pihak kementerian Makanan dan Obat-obatan memilih obat tersebut, sekaligus obat virus corona.

“Avigan diberikan sebagai tindakan darurat untuk pasien dalam kondisi kritis di beberpa rumah sakit,” Menurut Dr Yohei Doi selaku Kepala Uji klinis di Universitas Kesehatan Fujita, lanjutnya “Kami masih butuh mengumpulkan informasi tentang berapa banyak pasien yang diberi avigan. Efek apa yang terjadi selama dalam pengawasan dokter yang membuat keputusan darurat itu.”

Sampai saat ini, Perusahaan Fujifilm Toyoma Chemical telah membentuk lebih dari 100 tim untuk menguji coba klinis bagi pasien positif corona di China. Kita tentu berharap akan hasil penelitian terkait penggunaan obat favipirafir, untuk pasien corona. Dan kita akan terus menunggu, akan ada penelitian lainnya tentang penanganan virus corona.

Sambil menunggu, sebisa mungkin kita dapat menjaga jarak dan jangan lakukan aktifitas diluar ruangan. Berdiam diri di dalam ruangan (Social Distancing),konsumsi makanan sehat, atur pola hidup sehat, dan jangan lupa cuci tangan.

Sumber referensi :


Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.