Pentingnya pendidikan karakter

Pentingnya Pendidikan Karakter, Bagi Si Buah Hati

Rabu, 11 Maret 2020 16:00 WIB | dibaca : 48 | dibagikan :

Dunia pendidikan akhir-akhir ini, selalu di hebohkan dengan pemberitaan tentang pelajar tawuran, guru yang melakukan hal tidak senonoh pada muridnya, orangtua wali murid yang tidak terima jika anaknya di tertibkan, serta masih banyak lagi. Terkadang, orangtua murid yang mempunyai jabatan atau merupakan salah satu pemilik yayasan pun, suka bertindak semau mereka sendiri. Hal ini membuktikan pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini sangatlah diperlukan.

Dengan memasukkan anak ke sebuah sekolah tertentu, maka orangtua telah percaya sepenuhnya pada pihak sekolah. Namun, pada kenyataannya beberapa orangtua tidak terima, jika anaknya diberikan pembelajaran tentang Pendidikan Berkarakter. Seharusnya, orangtua sepenuhnya mendukung langkah para guru memberikan pendidikan berkarakter pada anak mereka.

Pentingnya Pendidikan Karakter. Apa itu Pendidikan Karakter?

Pendidikan Karakter menurut William and Schnaps (1999) mendefinisikan Pendidikan Karakter sebagai usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah, bahkan harus dilakukan bersama-sama dengan orangtua, dan anggota masyarakat, untuk membantu anak-anak dan remaja agar menjadi atau memiliki sifat peduli, berpendidikan, dan bertanggung jawab.

Tujuan Pendidikan Karakter yaitu membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh, dimana mereka menjunjung tinggi toleransi, saling bergotong-royong, lingkungan yang mendukung untuk anak berakhlak mulia, karena pendidikan karakter tidak hanya membiasakan anak berperilaku baik.

Anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran di sekolah saja, tapi justru dari rumahlah, mereka juga belajar tentang berperilaku. Karena pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam sekolah saja, maka sebagai orangtua, hendaknya ikut melibatkan diri dalam pendidikan anaknya. Pendidikan karakter anak jaman sekarang, memang sangat kurang mendapatkan perhatian dari orangtuanya.

Pentingnya pendidikan karakter

Kurangnya Perhatian Orangtua bagi Anak

Kurangnya perhatian orangtua, sangatlah berpengaruh besar bagi perkembangan anak. Dengan orangtua menemani sang buah hati untuk belajar, itu adalah sebuah tanda perhatian sang orangtua pada anaknya. Penuhi kebutuhan anak dalam pendidikan, fasilitasi anak pada saat belajar.

Akhir-akhir ini, dunia pendidikan tengah dihebohkan dengan kasus seorang remaja putri, membunuh seorang balita. Menurut keterangan pelaku, dia membunuh balita tersebut karena terinspirasi oleh sebuah tontonan film yang sering dia lihat. Dengan berita tersebut, harusnya kita sebagai orangtua turut mendampingi dan berikan pengawasan setiap kegiatan yang dilakukan  oleh buah hati kita.

Baca Juga:   Educa Studio Merilis Aplikasi Gratis BSE Tema "Diri Sendiri" Untuk Siswa SD

Sebagai contoh lainnya, anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah pertama, dia tidak mendapatkan perhatian dari ibunya, karena ibunya terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Ibunya bekerja untuk mencari biaya dia sekolah, serta membiayai dana kuliah anak pertamanya, sedangkan suaminya sedang terbaring sakit tak berdaya. Sehingga, dengan begitu, si anak tidak pernah mendapat perhatian dari kedua orangtuanya, dan dia pun mencari sosok yang dapat dia percaya, yaitu temannya yang belum tentu juga, dapat mengarahkan dia ke hal yang benar.

Kerjasama Orangtua dan Guru

Peran orangtua dan guru dalam membentuk karakter anak dalam dunia pendidikan, sangatlah berpengaruh besar. Berikut langkah-langkahnya :

  • Lakukan pertemuan di awal tahun awal tahun ajaran atau sebelum tahun ajaran dimulai. Berikan pemahaman tentang pendidikan karakter yang akan diterapkan bagi anak mereka, sehingga para orangtua tidak kaget tentang peraturan-peraturan sekolah yang akan diterapkan nantinya.
  • Mengajarkan Sikap saking menghargai. Ajarkan pada anak tentang saling menghargai pada sesama. Beri penjelasan pada mereka, bahwa kita sebagai manusia harus saling menghargai satu sama lainnya. Jika anak mampu belajar saling menghargai, dapat membantu mereka dalam beradaptasi ketika berada dilingkungan sosial.
  • Ajak orangtua untuk memahami dan mendukung kebijakan sekolah dalam pertumbuhan karakter peserta didik. Berikan orangtua jadwal kegiatan anak selama di sekolah. Libatkan orangtua dalam beberapa kegiatan sekolah.
  • Orangtua dan guru saling berkomunikasi dan bekerjasama untuk mengurangi efek negatif dari gadget, TV, film, video game, dan media lainnya yang dapat merusak moral anak.

Pendidikan karakter memanglah hal yang sulit dilakukan,jika para orangtua dan guru tidak saling bekerjasama untuk mendukung mengajarkan nilai-nilai budaya, yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban.

Sumber referensi :


Logic Games for Kids - Marbel
Logic Games for Kids - Marbel

Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.