Perusahaan teknologi merugi

Perusahaan Teknologi Merugi, Dampak Corona

Sabtu, 21 Maret 2020 16:00 WIB | dibaca : 52 | dibagikan :

Kasus kematian karena virus corona, kian hari makin meningkat. Kasus yang kian menyebar di seluruh dunia, telah menembus 152 negara. Jumlah korban yang mencapai 181.562 kasus dengan korban meninggal 7.138 orang, sedangkan jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 78.939 orang. Beberapa dampak corona selain dari segi kesehatan adalah perusahaan teknologi merugi akibat dari adanya wabah corona ini.

Selain telah menimbulkan banyak korban, wabah virus corona juga telah merugikan para CEO Industri Teknologi terbesar. Beberapa perusahaan telah menutup pabrik, mereka pun melarang staff untuk melakukan perjalanan terkait bisnis. Acara-acara bergengsi pun dibatalkan karena virus tersebut, seperti F8 Facebook

Beberapa Perusahaan Teknologi Merugi akibat Virus Corona :

  • Perusahaan Apple pun diketahui mempunyai beberapa pemasok bahan baku di wilayah Wuhan. Apple sementara waktu menutup semua 42 tokonya di Cina Daratan, karena salah satu pasar terbesar dan terpentingnya telah menutup kantor perusahaan dan pusat kontak di Cina. Perusahaan pun terpaksa mencari sumber alternatif untuk suku cadang setelah pemasok di wuhan tutup karena wabah viru corona atau Covid-19. Pihak perusahaan pun tidak memperbolehkan para pegawainya untuk bepergian ke luar negeri supaya mereka tidak terpapar virus corona. Menarik diri dari beberapa festival, salah satunya festival SXSW. Beberapa pengecer Apple di New York City, telah kehabisan beberapa perangkat iPhone 11 pada 6 maret 2020.
  • Twitter mengkonfirmasi pada 6 maret bahwa kantornya telah ditutup karena salah satu karyawannya diduga menderita COVID-19. Perusahaan pun memerintahkan karyawannya untuk memulai bekerja dari rumah. Sama seperti Apple, Jack Dorsey selaku CEO Twitter pun menarik diri dari acara festifal SXSW. Awalnya Dorsey akan menghabiskan beberapa bulan di Afrika pada 2020,tapi karena adanya wabah COVID-19, dia pun akhirnya mempertimbangkan rencana itu. Pihak perusahaan juga akan tetap terus membayar para pekerjanya per jam.
  • Microsft pun tak ingin mengambil resiko, akhirnya mereka juga merekomendasikan semua karyawan Seattle, area Puget dan San Francisco Bay Area untuk melakukan pekerjaannya dari rumah, mengingat wabah COVID-19 makin meluas. Para karyawan pun mengerjakan pekerjaan mereka dari rumah sampai dengan tanggal 25 maret. Brad Smith mengatakan bahwa dia akan tetap membayar para pekerjanya berdasarkan upah reguler mereka, meskipun jam kerja mereka berkurang sekalipun. Presiden Microsft pun memperingatkan kepada para investor, bahwa sistem operasi windows dan perangkat surface kemungkinan akan kehilangan perkiraan keuntungan.
  • Facebook pun membatalkan konferensi pengembang F8, acara tersebut merupakan acara terbesar perusahaan FB dimana Mark Zuckerberg akan berbagi tentang pembaruan dunia tentang perkembangan dan tantangan Facebook yang kemudian diganti mejadi pertemuan lokal untuk para developer dan acara daring online. Menurut Business Insider bahwa kekayaan CEO facebook itu mengalami penyusutan. Memberikan kesempatan pada WHO untuk iklan gratis demi informasi kesehatan. Facebook pun turut mundur dari festival SXSW. Dan menyarankan para karyawannya untuk bekerja sampai dengan 31 maret.
Baca Juga:   Manfaat Bermain Permainan Tradisional bagi Anak
Perusahaan teknologi merugi
People photo created by senivpetro – www.freepik.com

Perusahaan yang mengalami kelonjakan saham :

  • Netflix : Saham mereka mengalami kenaikan meskipun sedikit, dalam beberapa hari belakangan. Akumulasinya pun meningkat hampi mencapai 15%.
  • Youtube : Perusahaan Induk Alphabet memiliki posisi yang sangat baik, meskipun tak ada kenaikan yang spektakuler.
  • Teladoc :yaitu sebuah layanan yang menghubungkan dokter dengan pasien secara daring (online). Sahamnya pun meningkat hamppir 10% tiap minggunya dan meningkat sebesar 50% dalamtahun ini.
  • Inovio : nilai sahamnya telah meningkat lebih dari dua kali lipat sesudah wabah COVID-19. Vaksin yang dikembangkan dengan nama INO-4800 dikembangkan oleh perusahaan dengan DNA Viirus ternyata menggunakan metode tradisional yang biasanya dilakukan dengan menguji coba virus yang akan dimatikan.

Sumber referensi :


Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.