Memilih teman untuk anak

Memilih Teman untuk Anak dan Pengaruhnya

Senin, 2 Maret 2020 20:00 WIB | dibaca : 36 | dibagikan :

Bagi sebagian anak, mungkin teman adalah segalanya. Memilih teman untuk anak yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya.

Karena mereka bisa menghabiskan waktu bersama dengan bermain, bercanda, bercerita, atau pun melakukan kegemaran mereka bersama-sama.

Terkadang, mereka berteman dan bersahabat, ketika bertemu di suatu kegiatan yang sama, lalu sejak saat itu mereka menjadi berteman.

Sebagian orangtua merasa khawatir, karena sebagian besar anak, mempunyai pertemanan yang kurang sehat. Seperti ketika anak kita adalah tipe anak yang pemalu, dan dia mempunyai teman yang ramah serta suka bergaul, lama-kelamaan anak kita akan mempengaruhi pola pikir anak.

Seperti ketika dia anak yang pendiam, ketika bertemu dengan anak yang cerewet, lama-kelamaan anak kita pun akan terpengaruh menjadi anak yang sedikit terbuka dan mau bercerita dengan teman barunya yang dia percaya.

Tentunya memilih teman untuk anak menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua karena hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Berikut adalah pengaruh pertemanan bagi anak usia dini :

Teman Adalah Tempat Belajar

Bagi sebagian anak, terkadang sulit untuk menemukan roll model bagi dirinya sendiri.

Ketika mereka melihat salah satu temannya ada yang mendapatkan nilai yang sangat bagus, anak akan cenderung berusaha untuk mengikuti apa yang dilakukan temannya supaya dia juga mendapatkan nilai bagus. Dia pun mulai bertanya pada temannya, cara mendapatkan nilai yang baik.

Kedua adalah Perhatian orangtua

Ketika anak telah mempunyai teman sebaya atau sahabat, interaksi mereka cenderung lebih banyak. Dan ketika di rumah, ketika anak menerima perhatian yang diberikan oleh orangtua, maka itu pun akan berdampak juga pada temannya.

Berikan sedikit arahan positif pada anak, bagaimana menjaga pertemanan mereka. Seperti, berbagi makanan dan mainan ketika berkunjung ke rumah, tidak memukul ketika bermain bersama, dan merancang permainan bersama ketika melakukan sebuah eksperimen dalam bermain.

Baca Juga:   Peran Kecerdasan Spiritual dan Sosial Dalam Membangun Karakter Anak

Hal tersebut dapat melancarkan kemampuan berbahasa anak, sehingga anak akan lebih pandai dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Memilih teman untuk anak
Photo by MI PHAM on Unsplash

Ketiga adalah Kepercayaan antar teman

Orangtua tentu merasa khawatir, karena terkadang mereka tidak mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh anaknya. Anak cenderung lebih nyaman untuk berbagi cerita dengan teman ketimbang orangtuanya.

Ada baiknya, para orangtua juga menjalin hubungan yang baik dengan teman atau sahabat anaknya. Sehingga, ketika si anak merasakan sesuatu, teman atau sahabatnya ini dapat bercerita dengan orangtua.

Dan kita sebagai orangtua, jangan sekali-sekali menghakimi anak kita, ketika si anak sedang berbagi tentang segala hal yang dia lihat dan dengar, sehingga anak menjadi nyaman, ketika berinteraksi dengan kita.

Keempat adalah Terbentuknya kepribadian anak

Sifat setiap anak tentunya sangat berbeda-beda. Ada yang mempunyai sifat pemalu, ramah dan mudah bergaul, suka berbagi, sulit diatur, besarnya rasa ingin tahu, dan yang lainnya.

Menurut R.A. Kosnan, “Anak-anak, yaitu manusia muda dalam umur muda, dalam jiwa dan perjalanan hidupnya karena mudah terpengaruh untuk keadaan sekitarnya. Begitu juga dengan anak kita, mereka akan mudah terpengaruh dengan sifat yang dimiliki oleh teman sebayanya.

Mungkin dia dirumah adalah satu-satunya anak tunggal, sehingga ketika diberi sesuatu oleh orangtua, dia belum paham akan arti berbagi. Tapi ketika dia memiliki teman yang suka berbagi dengan yang lainnya, sedikit demi sedikit, si anak akan belajar dari temannya.

Lingkungan sosial anak sangatlah di perlukan, bagi perkembangan sosialnya. Dan teman adalah salah satu pengaruh yang signifikan bagi pembentukan karakter anak.

Maka kita sebagai orangtua, harus mendampingi buah hati kita, supaya selalu berada di lingkungan pertemanan yang sehat.

 

Sumber referensi :


Tagged:

Penulis: Hanifah Prandita

Pegiat pendidikan, concern pada dunia PAUD, hobby membaca dan menulis. Content Manager di Educa Group sekaligus penulis di Dunia Belajar Anak.