Langkah-langkah Mendamaikan Siswa Yang Berkonflik – Bagian 1

Kamis, 4 Agustus 2016 23:13 WIB | dibaca : 1379 | dibagikan :

Anak-anak usia dini memiliki sifat yang aktif, baik aktif bergerak maupun aktif berbicara. Keaktifan mereka bukanlah sesuatu yang buruk. Karena dengan aktif berbicara dan bergerak mereka pun akan semakin aktif dalam mencari informasi dan mengekspresikan diri. Namun terkadang karena keaktifan mereka jugalah suatu permasalahan bisa terjadi. Hanya karena suatu masalah yang sepele saja, anak-anak bisa beradu argumen maupun beradu fisik. Sebagai pendidik, kita perlu peka dalam hal ini. Bila ada satu siswa yang berkonfilik dengan siswa yang lain, kita perlu segera mendamaikan mereka, supaya permasalahan kecil tidak menjadi besar. Karena permasalahan antara dua siswa pun bisa mengganggu kelangsungan pembelajaran di kelas.

a). Menenangkan diri dengan mengatur nafas (bila perlu berdoalah).

Sebagai guru, kita perlu peka bila terjadi konflik antar siswa. Konflik bisa terlihat secara langsung (saat beradu argumen atau fisik), bisa secara tidak langsung (tatapan mata, ekspresi wajah, cara bicara). Bila ada gelagat terjadinya konflik antar siswa kita perlu segera mendamaikan mereka. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita dan segenap batin kita. Bila perlu kita sudah menyiapkan kata-kata yang baik untuk bisa melakukan interogasi dengan hati yang tenang. Jangan sampai nantinya yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang bisa menyakiti perasaan anak didik yang berkonflik. Bagaimana untuk melatih kesabaran Anda? Silakan BACA INI.

b). Memanggil salah satu siswa yang berkonflik

Langkah selanjutnya adalah melakukan sharing atau diskusi dengan salah satu siswa yang sedang berkonflik secara personal. Pastikan ada salah satu partner guru di kelas yang siap menjaga siswa lainnya. Cara memanggil siswa yang berkonflik tidak perlu dengan suara keras atau sampai teman lainnya mendengar. Namun kita cukup mendekatinya dan mengatakan bahwa kita ingin berbicara sebentar. Saran saya, siswa yang kita panggil terlebih dahulu adalah siswa yang secara emosi terlihat lebih stabil. ( baca juga: Hindari Memarahi Anak di Depan Banyak Orang )

c). Gunakan kata-kata yang bersifat netral dan tidak menyerang salah satu pihak

Baca Juga:   Pentingnya Mengenalkan Aneka Olahraga Kepada Anak PAUD

Untuk menghindari kesan memihak salah satu siswa, kita perlu banyak menggunakan kata “saya”. Dalam hal ini kita berbicara seturut dengan pengamatan kita sendiri. Misalnya si “A” marah karena diejek si “B”. Saat ini kita sedang berdiskusi dengan “B”. Salah satu contoh kalimat yang bisa kita pakai adalah demikian, “Tadi saya melihat di “A” sangat sedih. Saya tidak tahu mengapa. Kira-kira apa “B” tahu mengapa “A” terlihat sedih? Biarkan si “B” menceritakan duduk perkaranya dengan kata-kata dia. Setelah itu kita persilakan si “B” masuk ke dalam kelas, lalu memanggil si “A”.

d). Menyimpulkan hasil interogasi antara kedua siswa yang berkonflik, dan menemukan solusinya

Setelah kita mewawancarai keduanya, tentu kita sudah bisa menyimpulkan permasalahan yang terjadi serta solusinya. Biarkan mereka menenangkan diri untuk sementara sembari anda menemukan solusi yang terbaik. Anda juga bisa berkoordinasi dengan partner guru anda dalam menemukan solusinya. Bila memerlukan orang ke tiga sebagai saksi, kita bisa mewawancarai siswa yang lain hingga kita benar-benar tahu duduk perkara sebenarnya.

e). Mempertemukan kedua siswa yang berdiskusi

Tujuan mempertemukan kedua siswa adalah agar mereka bisa terbuka satu sama lain. Dan tentunya untuk mencocokkan tentang apa yang mereka ceritakan sebelumnya secara personal bersama kita dan untuk mengetahui apakah ada kesinambungan dengan siswa yang melihat terjadinya konflik tersebut.

Konflik antar teman biasanya terjadi karena adanya hubungan yang kurang baik antara satu anak dengan anak yang lain. Ciptakan suasana rukun dengan bermain bersama. Ajak anak-anak bermain bersama dengan teman game “MARBEL – ULAR TANGGA INDONESIA”.
ULAR TANGGA INDONESIA

banner-ular-tangga

Bersambung ke : Langkah-langkah Mendamaikan Siswa Yang Berkonflik – Bagian 2

Tagged:

Penulis: Kak Zepe

Saya adalah salah satu penulis di portal ini, seorang praktisi pendidikan dan pencipta lagu anak. Salam cinta pendidikan... Salam cinta lagu anak...